Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Konflik dengan AS Picu Kekhawatiran Global
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
18 - Apr - 2026, 06:39
JATIMTIMES - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran memutuskan menutup lagi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). Keputusan ini diumumkan oleh komando militer pusat Iran melalui siaran televisi pemerintah, hanya beberapa jam setelah jalur pelayaran tersebut sempat dibuka kembali.
Sebelumnya, lebih dari selusin kapal komersial dilaporkan berhasil melintas di salah satu jalur laut paling strategis di dunia itu.
Baca Juga : Relawan SPPG Besuki 005 Resah, Diduga Diganti Sepihak meski Sudah Ikuti Bimtek
Dalam pernyataannya, militer Iran menuding Washington melanggar komitmen dengan tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang beroperasi dari dan menuju pelabuhan Iran.
“Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/4/2026).
Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz sebagai sinyal meredakan ketegangan. Namun langkah itu tidak diikuti perubahan dari pihak AS yang masih mempertahankan tekanan terhadap aktivitas maritim Iran.
Blokade tersebut dilaporkan telah dimulai sejak Senin (13/4), ketika Amerika Serikat menghentikan kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran. Kebijakan ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara yang memang sudah lama tegang.
Baca Juga : Anggaran Berantas Plus Menipis, Sopir Ambulans Rakyat Belum Digaji
Selat Hormuz sendiri memiliki peran vital dalam perdagangan global, khususnya sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini kerap berdampak langsung pada harga energi internasional serta stabilitas ekonomi global.
Situasi terbaru ini pun terus menjadi perhatian dunia. Sejumlah pihak memantau perkembangan dengan cermat, mengingat potensi eskalasi konflik yang dapat memengaruhi keamanan kawasan dan arus perdagangan internasional.
