Israel dan AS Serang Iran, Timur Tengah Kembali Memanas
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
28 - Feb - 2026, 04:42
JATIMTIMES - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan militer terbuka terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Serangan ini disebut sebagai langkah “preemtif” untuk mencegah ancaman yang dinilai dapat membahayakan keamanan Israel.
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Israel membenarkan adanya operasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai upaya pencegahan demi melindungi kepentingan nasional dari kemungkinan serangan yang lebih besar di kemudian hari.
Baca Juga : Warga Bubarkan Balap Liar di Suhat Kota Malang, Kapolresta Beri Penghargaan dan Usut Dugaan Sindikasi
“Israel meluncurkan serangan preemtif terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap negara,” demikian isi siaran pers kementerian tersebut.
Pasca-serangan, Israel langsung menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi serangan balasan dari Iran maupun kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memperkirakan Iran dapat membalas dengan meluncurkan rudal dan drone. Sirene peringatan serangan udara pun terdengar di Tel Aviv untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Warga diminta segera menuju tempat perlindungan guna menghindari risiko serangan susulan.
Situasi ini membuat masyarakat Israel berada dalam kewaspadaan tinggi, sementara aparat keamanan memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis.
Iran Siap Lakukan Serangan Balasan
Tak lama setelah serangan terjadi, Iran menyatakan kesiapannya untuk memberikan respons. Dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, disebutkan bahwa serangan balasan merupakan hak yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang hak membela diri.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat,” tulis Kedubes Iran dalam rilisnya.
Iran juga menuding bahwa serangan yang dilakukan Israel dan AS menyasar lokasi sipil serta infrastruktur vital di Teheran.
Baca Juga : Cabai Tak Lagi Pedas di Kantong, Diskopindag Siapkan Skenario Jika Harga Berbalik Naik
Selain menyatakan hak untuk membela diri, Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
Atas dasar itu, Iran meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Iran mendesak Ketua dan anggota Dewan Keamanan untuk bertindak cepat menyikapi situasi tersebut.
Tidak hanya itu, Iran juga meminta dukungan Indonesia untuk mengecam tindakan yang dianggap sebagai agresi tersebut.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih berkembang dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas. Dunia internasional pun menyoroti perkembangan ini dengan kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.
Perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada langkah diplomatik maupun militer yang akan diambil oleh masing-masing pihak dalam beberapa hari ke depan.
