Prediksi BMKG dan BRIN soal Hilal Awal Ramadan 2025

24 - Feb - 2025, 06:28

Ilustrasi Ramadan. (Foto: Pixabay)


JATIMTIMES - Datangnya bulan suci Ramadan1446 H/2025 M tinggal menghitung hari. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menggelar sidang isbat pada Jumat, 28 Februari 2025 dengan didahului pengamatan bulan sabit muda pertama atau rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan. 

Prediksi BMKG soal Hilal Awal Ramadan 2025

Baca Juga : Ditinggal Istri Jadi TKW, Dua Bapak di Kota Malang Tega Setubuhi Anak Sendiri

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan hilal penentu awal Ramadan 1446 H/2025 M. Dalam laporannya, BMKG memaparkan waktu konjungsi atau ijtimak dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, elongasi, umur Bulan, dan fraksi illuminasi Bulan, objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal, dan data hilal saat Matahari terbenam di wilayah Indonesia.

Dikatakan, konjungsi akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 pukul 07.44.38 WIB/08.44.38 WITA/09.44.38 WIT. Waktu Matahari terbenam paling awal terjadi pukul 17.54.26 WIT di Waris, Papua dan waktu terakhir pukul 18.51.31 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dari waktu tersebut dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia.

"Secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan 1446 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada tanggal 28 Februari 2025. Dan bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadan 1446 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 28 Februari 2025 tersebut," simpul BMKG dalam laporannya seperti dikutip, Senin (24/2/2025).

Tinggi hilal saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 berkisar antara 3.02° di Merauke, Papua sampai 4.69° di Sabang, Aceh. Adapun, elongasi pada waktu itu berkisar antara 4.78° di Waris, Papua sampai 6,4 di Banda Aceh, Aceh dengan umur Bulan berkisar antara 8,16 jam di Waris, Papua sampai 11,11 jam di Banda Aceh, Aceh.

Kemudian, lag atau selisih waktu terbenam Bulan dengan Matahari di Indonesia saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025 berkisar antara 15.31 menit di Merauke, Papua sampai 22.55 menit di Sabang, Aceh. Sementara fraksi illuminasi Bulan saat Matahari terbenam pada hari yang sama berkisar antara 0.11 persen di Jayapura, Papua sampai 0.22 persen di Banda Aceh, Aceh.

Akan ada objek astronomis yang berpotensi mengacaukan rukyatul hilal Ramadan. Objek tersebut adalah Saturnus dan Merkurius.

"Pada tanggal 28 Februari 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat Saturnus dan Merkurius yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari Bulan," papar BMKG.

Keberadaan dua planet tersebut berpotensi membuat pengamat menganggapnya sebagai hilal.

Prediksi BRIN soal Hilal Awal Ramadan 2025

Baca Juga : Yudisium FEB Unikama 2025, Dekan Beri Pesan Penting untuk Para Lulusan Hadapi Tantangan Era AI

Profesor Thomas Djamaludin, seorang ahli Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkirakan bahwa awal Ramadan 1446 H kemungkinan akan jatuh pada 2 Maret 2025.

Prediksi ini berbeda dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan pada 1 Maret 2025.

Menurut Thomas, posisi Bulan saat maghrib pada 28 Februari 2025 di Banda Aceh berada pada ketinggian 4,5 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Nilai ini sedikit melebihi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang menetapkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Namun, posisi Bulan di Surabaya pada waktu yang sama lebih rendah, yakni dengan ketinggian 3,7 derajat dan elongasi 5,8 derajat, yang masih di bawah batas kriteria MABIMS.

“Posisi Bulan yang terlalu dekat dengan Matahari serta ketinggiannya yang masih rendah membuat pengamatan hilal menjadi sulit. Ada kemungkinan gagal rukyat, sehingga 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 2 Maret 2025,” jelas Thomas dikutip inilah.com dari video di kanal YouTube miliknya, Senin (24/2).

Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah 1446 H terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

Mengacu hal tersebut, maka kemungkinan awal puasa Ramadhan tahun ini versi pemerintah dan Muhammadiyah jatuh pada tanggal yang bersamaan, yakni 1 Maret 2025.


Topik

Peristiwa, Ramadan, hilal,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette