Kecam Praktik Pemerasan, Sejumlah Organisasi Desak Kasus Pencabulan di Ponpes Tetap Diusut Tuntas

24 - Feb - 2025, 05:37

Rilis Polres Batu terkait aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan dan aktivis perlindungan anak beberapa waktu lalu. (Foto: Prasetyo Lanang/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Koalisi sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil menyayangkan penanganan kasus pencabulan di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Batu harus diwarnai kasus pemerasan. Mereka mengecam praktik tersebut karena dilakukan salah stau aktivis. Di lain sisi koalisi mendesak Polres Batu untuk tetap mengusut hingga tuntas kasus kekerasan seksual yang terjadi.

Perwakilan koalisi dari PC Muslimat Kota Batu Gini Astutik menyampaikan, pihaknya bersama empat organisasi masyarakat sipil lain mengutuk keras dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh pelaku. Pasalnya, salah satu pelaku utama adalah Fuad Dwiyono yang merupakan salah satu aktivis perlindungan hak anak.

Baca Juga : PW Pagar Nusa Jatim Resmi Dilantik, Rumuskan Program Strategis Lima Tahun ke Depan 

Dalam pernyataan sikapnya, PC Muslimat NU Kota Batu berkoalisi dengan organisasi Suara Perempuan Desa, LBH APIK Kota Batu, Jaringan Gusdurian Kota Batu, Karya Bunda Community (KBC). Mereka menaruh perhatian pada praktik kerja pendampingan oleh aktivis yang tergabung pada (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) P2TP2A dicederai.

"Kami menyesalkan apa yang dilakukan oleh pelaku. Perbuatannya telah mengoyak dan mencederai rasa keadilan korban dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap Lembaga Layanan untuk Perlindungan Perempuan dan Anak," kata Gini Astutik, Senin (24/2/2025).

Dia mengaku khawatir jika masyarakat pencari keadilan yang hendak mengadu, namun kehilangan kepercayaan karwna lembaga yang dipercaya justru merusaknya dengan memanfaatkan korban.

"Kami prihatin bahwa tindakan pemerasan dilakukan oleh seseorang yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai aktivis hak anak dan bekerja pada lembaga layanan untuk perlindungan anak dan perempuan yang disediakan Pemkot Batu," tambahnya.

Dalam kasus terkait, ia juga mengutuk adanya pencabulan yang dilakukan pimpinan pondok pesantren kepada korbannya. Pihaknya mendukung segala upaya untuk pemulihan anak- anak tersebut serta penegakan hukum agar korban mendapatkan keadilan.

"Kami mendukung Polres Batu dalam menuntaskan proses terhadap tersangka pelaku pencabulan maupun tersangka pemerasan," katanya.

Ia juga mengajak semua elemen masyarakat Kota Batu terus bekerjasama melakukan upaya pencegahan maupun penanganan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga : Danantara Diresmikan Prabowo, Ini Nama-Nama Pejabat Strukturalnya

Sebelumnya, kasus pemerasan ponpes di Bumiaji terungkap oleh jajaran Polres Batu. Bermula dari laporan kasus pencabulan dengan korban 2 anak perempuan usia dibawah 11 tahun yang diterima Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batu pada Januari 2025. Terduga pelaku Pencabulan adalah Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Bumiaji, dimana anak tersebut ini belajar.

Kasus itu akhirnya dilaporkan ke Polres Batu dan dilakukan penyelidikan. Salah satu pendampingnya tak lain adalah petugas P2TP2A bernama Fuad Dwiyono.

Selanjutnya, pelaku Fuad diduga memanfaatkan posisi dirinya sebagai Petugas P2TP2A dan Yohanes Lukman Adiwinoto yang mengaku wartawan memeras pihak ponpes. Keduanya meminta uang sejumlah Rp 340 juta yang konon diperlukan untuk menutup perkara tersebut dan tidak diberitakan media.

Keluarga terduga pelaku pencabulan yang takut kasusnya semakin tersebar di media massa setuju dan memberikan uang muka Rp 150 juta. Penyerahan uang tersebut dilakukan di sebuah kafe di Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada 12 Februari 2025. 

Polres Batu melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sesaat setelah Yohanes Lukman dan Fuad setelah menerima uang tersebut dari pihak Pondok. Kini, kasus pemerasan masih dilakukan pengembangan. Sedangkan kasus pencabulan juga masih berlanjut proses penyelidikan.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, Pencabulan, pencabulan terhadap anak, Kota Batu, Ponpes Batu, oknum wartawan, oknum lsm, pemerasan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette