Dukung Efisiensi Anggaran Pemerintah Pusat, Pemkab Situbondo Gelar Bimtek Aplikasi Srikandi
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
A Yahya
24 - Feb - 2025, 12:52
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Situbondo mendukung program efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya bimbingan teknis (Bimtek)Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintergrasi (Srikandi) atau E-Surat oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), Senin (24/02/2025).
Saat di wawancarai usai acara tersebut, Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Situbondo, Imam Suhaidi mejelaskan bahwa dengan adanya aplikasi Srikandi, semua kegiatan surat menyurat serta administrasi di Lingkungan Pemkab Situbondo bisa dilakukan secara digital atau berbasis elektronik.
Baca Juga : Klakson Bunyi Jalan Terus, Wanita di Tulungagung Tewas Tertabrak Kereta Api
"Aplikasi ini sangat dinamis dan terintegrasi yang digunakan untuk mengelola administrasi pemerintah berbasis elektronik, yang akhirnya bermuara pada pengelolaan arsip secara digital, ini juga mengurangi penggunaan kertas (red- Paper Less)," ujarnya.
Tidak hanya itu, Imam juga mengungkapkan, dengan adanya aplikasi Srikandi ini jelas mendukung program efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
"Sebelum adanya aplikasi Srikandi ini OPD kalau mengantar surat itu manual, artinya diantar ke lokasi. Kalau ngantar surat ke kecamatan Sumbermalang dan Jatibanteng itu kan butuh biaya transport. Kalau ada aplikasi Srikandi ini tinggal dikirim ke operator masing-masing OPD dan kecamatan. Sehingga bisa menghemat anggaran operasional, ini tentu mendukung program efisiensi anggaran," tegasnya.
Ia mengatakan, aplikasi Srikandi ini juga untuk mempermudah dan mempercepat proses surat menyurat dan pengarsipan, sebab, soft file di aplikasi Srikandi, disimpan di server Dinas Kominfo Situbondo dan ANRI
Baca Juga : Hadiri Musrembang Kecamatan, Wabup Situbondo: Tokoh Masyarakat Terus Kawal Pembangunan Kabupaten Situbondo
"Jadi urusan surat menyurat dan arsip sudah digital. Kenapa harus digital? Yang jelas untuk mempermudah kearsipan. Jadi sudah tidak ada lagi arsip kertas dalam hal surat menyurat, ke depannya, surat menyurat dan pengarsipan di desa juga menggunakan aplikasi Srikandi. Sehingga surat menyurat di desa dilakukan secara digital," pungkasnya.
