Dosen Unisma Latih Warga 4 Kampung Tematik di Malang Buat Es Krim Berbahan Jahe Kencur
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2025, 06:47
JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Unisma memperkenalkan produk kuliner unik, yaitu es krim berbahan dasar jahe kencur.
Inovasi ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama bagi masyarakat Malang dan sekitarnya.
Baca Juga : Pakar Ilmu Komunikasi Politik Kritik Pernyataan Wamenaker soal Tagar #KaburAjaDulu
Prof Dr Nour Athiroh Abdoes Sjakoer SSI MKes, dosen FMIPA Unisma, menjelaskan bahwa jahe kencur selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur atau minuman kesehatan tradisional. Padahal, rempah ini mengandung banyak manfaat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan gangguan pencernaan, dan memperlancar peredaran darah. Namun, penggunaannya dalam produk olahan masih terbatas.
Inilah yang memotivasi Prof Athiroh untuk menciptakan sebuah inovasi yang menggabungkan kelezatan es krim dengan khasiat rempah lokal ini.

“Selama ini, es krim identik dengan rasa manis seperti stroberi atau cokelat yang cenderung tinggi gula. Namun, kami ingin menawarkan alternatif yang lebih sehat. Es krim berbahan dasar jahe kencur belum pernah ada, bahkan bisa menjadi yang pertama di Malang dan mungkin Indonesia,” ujar Prof Athiroh dalam sesi pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Prestasi Glintung Go Green (RP 3G) pada Jumat, (21/2/2025).
Melalui serangkaian percobaan, Unisma berhasil mengembangkan resep es krim jahe kencur yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Bahan yang mudah didapat dan murah ini kini dapat dimanfaatkan dalam industri kuliner dengan sentuhan modern.
Dalam pelatihan yang diikuti oleh warga dari empat kampung tematik di Malang, yakni Kampung Semar, Kampung Glintung, Kampung Wonosari, dan Kampung Sakbaran Turen, peserta diajarkan cara membuat es krim jahe kencur.
Dengan biaya produksi yang terjangkau dan manfaat kesehatan yang jelas, es krim jahe kencur diharapkan bisa menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan. Pelatihan ini bertujuan agar warga dapat memanfaatkan resep tersebut untuk menciptakan produk yang dapat dipasarkan lebih luas, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Selain itu, Prof Athiroh menyebutkan bahwa Unisma telah mematenkan resep es krim jahe kencur sebagai hak cipta. “Harapan kami, masyarakat yang ingin mengembangkan produk ini secara komersial dapat mencantumkan logo Unisma sebagai bentuk penghargaan terhadap inovasi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ir H Bambang Irianto, pembina RP 3G, menyampaikan pentingnya pengembangan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat, terutama dalam menciptakan produk yang dapat meningkatkan perekonomian. Dalam pembangunan kampung tematik, tentunya perlu produktivitas dan bukan hanya mengandalkan dari bantuan semata.
“Kampung tematik harus mampu mandiri dan produktif, salah satunya melalui UMKM. Pelatihan pembuatan es krim berbahan jahe kencur ini adalah langkah strategis untuk membantu masyarakat memanfaatkan tanaman toga menjadi produk yang lebih bernilai,” katanya.
Baca Juga : Empat Tim Mahasiswa Unisma Sabet Medali di Youth International Science Fair 2025
Terakhir pihaknya menegaskan bahwa FMIPA Unisma ini memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitar mereka.
Menurut Bambang, kerja sama ini bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menggali potensi alam yang selama ini mungkin belum sepenuhnya dimanfaatkan.
“Dengan memanfaatkan tanaman toga yang selama ini ditanam oleh ibu-ibu, kami bisa mengubahnya menjadi produk yang lebih bernilai dan berpotensi meningkatkan perekonomian. Kami berharap melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat mendorong tumbuhnya UMKM yang produktif dan mandiri di kampung tematik,” pungkasnya.
