Pakar Ilmu Komunikasi Politik Kritik Pernyataan Wamenaker soal Tagar #KaburAjaDulu

Editor

A Yahya

20 - Feb - 2025, 08:30

Pakar Ilmu Komunikasi Politik yang juga Dekan FISIP UB, Prof Anang Sujoko (Anggara Sudiongko/MalangTimes)


JATIMTIMES - Tagar #KaburAjaDulu terus menjadi sorotan warganet di media sosial, menyuarakan kekecewaan sejumlah warga negara Indonesia terkait kondisi sosial, ekonomi, dan keadilan dalam negeri yang dinilai semakin memburuk. Tagar ini dianggap menyarankan anak muda untuk mencari pendidikan atau pekerjaan di luar negeri sebagai respons terhadap kesulitan yang ada di dalam negeri.

Namun, respons yang datang dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan, justru memicu kontroversi. Dalam komentarnya, Immanuel mengatakan, "Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi." Pernyataan ini mendapat kritik keras, terutama dari kalangan akademisi dan pakar komunikasi politik.

Baca Juga : Banyak Dikeluhkan, Pemkot Batu Bakal Rombak Skate Park Taman Hutan Kota Bondas

Anang Sujoko, pakar Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Brawijaya, menyatakan bahwa pernyataan Immanuel sangat tidak pantas dilontarkan oleh seorang pejabat publik. "Pernyataan seperti itu perlu dipertanyakan. Bagaimana seorang pejabat bisa tidak memahami perasaan masyarakat?" ungkapnya. 

Menurut Anang, seorang pejabat seharusnya memiliki empati terhadap kondisi sosial yang sedang berkembang, bukan justru menambah ketegangan.

Anang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya tidak sesuai dengan etika pejabat publik, tetapi juga menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap situasi yang dihadapi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada beasiswa untuk studi di luar negeri. "Jika mahasiswa yang tengah bergantung pada beasiswa mendengar hal tersebut, mereka akan merasa terabaikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Anang mengungkapkan bahwa pejabat publik perlu mengerti konteks sosial yang melatarbelakangi ekspresi seperti tagar #KaburAjaDulu. Menurut  Anang, hal ini bukan sekadar bentuk kemarahan atau lelucon, melainkan ungkapan kekecewaan yang lebih dalam terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Anang menilai bahwa pernyataan Immanuel mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap dampak kebijakan yang diterapkan pemerintah, yang menyebabkan banyak orang merasa terpinggirkan. Oleh karena itu, pejabat publik perlu dilatih untuk memiliki keterampilan komunikasi yang berempati, agar pesan yang disampaikan tidak menambah ketegangan, melainkan dapat meredakan situasi yang sensitif.

Baca Juga : Band Sukatani Tarik Lagu Bayar Bayar Bayar dari Platform Musik, Usai Minta Maaf ke Kapolri 

Anang juga menyoroti pentingnya keterampilan komunikasi yang berempati bagi pejabat publik. Menurutnya, pernyataan yang kurang sensitif dapat memperburuk situasi dan menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. "Pernyataan pejabat publik harus dapat menciptakan kenyamanan dan menghindari kontroversi yang tidak perlu," tegasnya.

Di tengah kondisi sosial yang penuh tantangan, Anang mengingatkan agar pejabat publik tidak hanya fokus pada kebijakan semata, tetapi juga memahami kondisi psikologis masyarakat yang terdampak. #KaburAjaDulu, kata Anang, adalah ekspresi sosial yang harus dipahami sebagai bentuk protes terhadap ketidakpastian yang dihadapi banyak orang di Indonesia, terutama generasi muda yang sedang berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Maka dari itu, Anang menyarankan agar pejabat publik, khususnya mereka yang memegang jabatan tinggi, belajar lebih dalam tentang pentingnya komunikasi yang penuh empati.


Topik

Pendidikan, kaburajadulu, wamenaker, immanuel ebenezer gerungan, anang sujoko,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette