Empat Tim Mahasiswa Unisma Sabet Medali di Youth International Science Fair 2025

Editor

A Yahya

20 - Feb - 2025, 07:01

Tim mahasiswa Unisma yang berhasil meraih prestasi diajang YISF berfoto bersama Rektor Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD(Anggara Sudiongko/MalangTimes)


JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) membuktikan keunggulan akademiknya di kancah global dengan meraih empat penghargaan dalam Youth International Science Fair (YISF) 2025. Dua medali perak dan dua perunggu berhasil dibawa pulang oleh mahasiswa Unisma dari beragam fakultas, mengukuhkan posisi kampus sebagai inkubator penelitian berbasis kolaborasi lintas disiplin.  

YISF sendiri merupakan kompetisi ilmiah internasional yang dihelat di Universitas Negeri Malang. Peserta yang berpartisipasi  dalam ajang ini berasl dari 24 negara. Ajang ini menjadi panggung bagi peneliti muda untuk mempresentasikan prototipe inovatif dalam bidang sains, teknologi, dan sosial.

Baca Juga : Awal Tahun Penumpang Pesawat Tumbuh Double Digit, Bandara Juanda Layani 1,12 Juta Penumpang

Dalam ajang ini, Unisma mengirimkan empat tim yang seluruhnya berhasil mencatatkan prestasi. Pada bidang Social Science, tim Unisma meraih medali perak. Tim ini merupakan gabungan dari beberapa fakultas, yakni Surya Aditya dari Fakultas Ekonomi-Bisnis (FEB), Rida Mita Sari Fakultas Pertanian (FP), Rizky Yuliana Prasetyo Putri Fakultas Teknik (FT), dan Ima Imsiatul Nadhifah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kemudian pada bidang Life Science Medali Perunggu diperoleh tim mahasiswa dari Fakultas Pertanian (FAPERTA) Lulu Afifah Hanif, Muhammad Rizqi Fadilah dari Fakultas Hukum (FH), Moch. Fikri Romadhoni dari Fakultas Peternakan (FAPET), Heni Sri Enda Setyorini  dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Adinda Dinkan Arlina dan Umrotus Sholehah dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). 

Pada kategori Innovation Science, Medali perak kedua diraih Zaenal Abidin (FT), Chantika Nandha Exha Zhal Zhabilla (FIA), Iswatul Hasanah (FIA), Vina Aula Septia (FIA), Vivi Anggraini (FIA), dan Hanifan Bahrun Al Mahdi (FT).

Berikutnya, dalam kategori Enviromental Science tim Unisma meraih Medali Perak. Tim ini terdiri dari Nazaretha Dimitri (FAPET), Nabiilah Rifda Harmono Putri (FMIPA), Thoifatus Syarivah (FMIPA), Melani syafa atul aulia (FAPERTA), Eka Yuliana Saputri Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Indra Kurniawan (FEB) berhasil meraih medali perak dalam kategori Enviromental Science.

"Ini pencapaian luar biasa untuk UKM yang baru dua tahun berdiri. Keempat tim yang kami kirim semuanya meraih medali,” ujar Rektor Unisma Prof. Drs. Junaidi Mistar Ph.D.

Kesuksesan ini tidak lepas dari peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru yang digagas Rektor Unisma, Prof. Junaidi, sejak ia menjabat. 
Ada dua UKM baru yang menambah banyak jumlah UKM di Unisma, yakni UKM Kreasi dan Global Language Community. UKM baru ini fokus pada pengembangan riset kolaboratif, penulisan karya ilmiah, dan persiapan kompetisi.  

"Dengan adanya dua UKM baru tersebut, kini UKM yang menjadi wadah dalam pembinaan, pengembangan bakat dan minat para mahasiswa di Unisma menjadi 20 UKM," jelasnya.

Lebih lanjut, bahwa adanya UKM ini merupakan salah satu upaya dalam melakukan pembinaan dan pengembangan bakat dan minat mahasiswa lebih lanjut. Disitu, diisi oleh tenaga-tenaga yang memnag berkompeten dalam melaksanakan pembinaan, selain juga menghadirkan pakar atau praktisi yang sesuai dengan bidang masing-masing UKM.

Baca Juga : Sepakat Bersama hingga Akhir Masa Jabatan, Rijanto-Beky Siap Pimpin Kabupaten Blitar

Prof. Junaidi menambahkan, bahwa mereka yang mendapatkan prestasi tentunya juga akan mendapatkan reward. Nantinya, universitas akan memberikan reward berupa pembebasan biaya SPP sesuai kebijakan rektorat. “Ini bagian dari komitmen kami mendukung potensi akademik mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun global,” tegas Prof. Junaidi.  

Wakil Rektor 3 Unisma, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd, menambahkankan, bahwa pengembangan UKM di Unisma bertujuan untuk meningkatkan kualitas soft skill mahasiswa. 

“Unisma tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang seni, budaya, olahraga, hingga riset ilmiah,” ungkapnya.
 
Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unisma, menambahkan bahwa pengembangan UKM di kampus tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi nonteknis (soft skill) mahasiswa melalui pendekatan holistik. Menurutnya, UKM tidak hanya menjadi sarana pengembangan minat dan bakat, tetapi juga laboratorium praktis untuk melatih kepemimpinan, kerja tim, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dan problem-solving.  

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Unisma sengaja merancang beragam UKM, mulai dari bidang seni, budaya, olahraga, hingga riset sebagai respons terhadap tuntutan dunia kerja yang membutuhkan lulusan dengan kematangan intelektual dan kecakapan sosial.

“Kami tidak berhenti pada pencapaian akademis, melainkan berkomitmen membentuk mahasiswa yang multidimensi. Misalnya, melalui UKM seni, mereka belajar mengelola event; di UKM olahraga, mereka mengasah sportivitas; sementara di UKM riset, mereka dilatih berpikir kritis dan kolaboratif,” papar Yunus.  

Prestasi ini, tentunya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unisma mampu bersaing secara internasional, sekaligus pemicu semangat bagi generasi berikutnya. Kedepan, Unisma berencana memperluas partisipasinya di lebih banyak ajang tingkat global, guna memperkuat reputasinya sebagai institusi berbasis riset dan inovasi.  


Topik

Pendidikan, Unisma, yisf 2025,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette