Siswa SMK Kota Batu Takut Ambil Ijazah karena Tanggungan Biaya, Akhirnya Difasilitasi Kadindik Jatim

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

20 - Feb - 2025, 09:47

Proses administrasi pengambilan ijazah Jihan, siswa SMK Ma'arif yang sempat takut mengambil ijazah karena kendala tanggungan biaya.(Foto: Dokumen Prokopim KWB)


JATIMTIMES - Salah satu siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Batu sempat tak mengantongi ijazah pasca-kelulusannya. Pasalnya, ia takut untuk datang ke sekolah dan mengambil ijazah lantaran adanya tanggungan administrasi biaya pendidikan.

Ialah Jihan Susilo, warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo, yang lulus dari sekolahnya di SMK Ma'arif Kota Batu. 

Baca Juga : Masih Jauh dari Cukup, KONI Kota Malang Optimalisasi Anggaran sebagai Tuan Rumah Porprov

 

Keluhan dari masyarakat tentang warga prasejahtera yang kesulitan sampai ke Pemkot Batu dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Masalah yang dialami Jihan akhirnya mendapat respons. Ia difasilitasi oleh Aries Agung Paewai selaku Pj wali kota Batu sekaligus kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim untuk mengambil ijazah pada Rabu, (19/2/2025). 

"Semua itu bisa dikomunikasikan. Jadi, jangan mempunyai persepsi buruk terhadap sekolah. Kami akan bantu," kata Aries.

Dalam penyelesaian proses administrasi tersebut, Aries datang ke SMK Ma’arif Kota Batu bersama Kepala Cabang Dinas Kota Malang dan Kota Batu Hastini Ratna Dewi, Kadindik Kota Batu M. Chori, Kepala Dinas Sosial Lilik Fariha, tim pendamping PSM kecamatan, PSM Desa Beji, dan Jihan Susilo.

Aries berpesan agar tidak ada masalah seperti ini lagi ke depan serta memberi tahu kondisinya di lapangan agar bisa dilakukan komunikasi  kepada pihak sekolah karena tujuannya adalah lulusan bisa cepat kerja menggunakan ijazahnya.

"Sekolah itu tujuannya adalah lulusan bisa cepat kerja menggunakan ijazahnya. Sukses terus buat Jihan," ucapnya.

Di akhir masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Pemkot Batu itu, Aries menegaskan sekolah tidak boleh menahan ijazah siswa, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Jika ada kendala administrasi, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Baca Juga : Kajati Jatim Resmikan Gedung Baru Kejari Kota Batu, Gelontor Rp 13,47 Miliar

 

"Kalau ada warga yang sudah lulus dan kesulitan untuk mendapatkan ijazah karena ada tanggungan yang belum selesai, bisa melaporkan ke kami," imbuh Aries.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori, dalam kasus Jihan, sebenarnya ijazah tidak ditahan oleh sekolah. Namun siswa yang bersangkutan masih memiliki tanggungan biaya sehingga tak berani mengambil ijazah.

"Memang kebetulan anak ini masih memiliki tanggungan biaya pendidikan, sehingga yang bersangkutan tidak berani mengambil ijazahnya di sekolah, " ungkap Chori.

Chori menjelaskan, sebenarnya dari pihak sekolah juga ada kebijakan keringanan bahkan penghapusan biaya bagi yang tidak mampu. Namun, beberapa kemudahan itu tidak dimanfaatkan oleh anak tersebut.

"Akhirnya difasilitasi oleh pihak kacabdin Kota Malang dan Batu serta Pj wali kota dan alhamdulilah selesai," ucapnya.


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette