Potret Kinerja Neraca Dagang Jatim, Sepanjang Tahun Defisit USD 4,18 Miliar

18 - Feb - 2025, 07:15

Perkembangan kinerja neraca perdagangan Jawa Timur. (BPS Jatim)


JATIMTIMES  - Neraca perdagangan Jawa Timur (Jatim) secara kumulatif sepanjang tahun 2024 mengalami defisit hingga USD 4,18 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, angka defisit terutama terjadi pada sektor migas. Sedangkan sektor nonmigas masih mengalami surplus.

"Defisit terjadi pada sektor migas yang mencapai USD 5,98 miliar. Sementara itu, sektor nonmigas masih mengalami surplus sebesar USD 1,80 miliar," tulis BPS Jatim dalam laporan terbarunya, dikutip Selasa (18/2/2025).

Baca Juga : Imbas Efisiensi, Anggaran Pusat untuk Kegiatan PU di Kota Malang Berkurang Rp 37,4 M

Secara umum, kinerja sektor migas perlu diperbaiki agar neraca perdagangan Jawa Timur dapat berubah menjadi surplus. Namun  jika dibandingkan kondisi tahun 2023, defisit neraca perdagangan tahun 2024 ini cenderung lebih rendah.

BPS Jatim mencatat, neraca dagang Jatim selama Januari-Desember 2024 lebih besar USD 2,87 miliar dari neraca perdagangan kumulatif Januari-Desember 2023. "Defisit neraca perdagangan Jawa Timur tahun 2023 mencapai USD 7,05 miliar," papar BPS Jatim.

Khusus pada bulan Desember 2024, neraca dagang Jatim juga kembali mengalami defisit yaitu mencapai USD 669,94 juta. Ini disebabkan oleh kinerja perdagangan, baik sektor migas maupun sektor nonmigas yang sama-sama mengalami defisit.

"Defisit perdagangan pada sektor migas mencapai USD 437,46 juta, sedangkan defisit perdagangan pada sektor nonmigas mencapai USD 232,48 juta," urai BPS Jatim.

Secara kumulatif, meski masih defisit, perbaikan neraca perdagangan Jatim tahun 2024 tak lepas dari moncernya kinerja ekspor. Selama Januari-Desember 2024, nilai ekspor Jatim mencapai USD 25,80 miliar. Angka itu naik 20,35 persen dibandingkan ekspor Januari-Desember 2023 yang mencapai USD 21,44 miliar.

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Kunjungi UPT RSBL Pasuruan, Puguh Wiji Pamungkas Gagas Wahana Antara untuk ODGJ

Khusus pada bulan Desember 2024, nilai ekspor Jatim mengalami penurunan sebesar 5,69 persen dibandingkan bulan November 2024, yaitu dari USD 2,23 miliar menjadi USD 2,10 miliar. Sementara itu jika dibandingkan Desember 2023, nilai ekspor juga mengalami penurunan sebesar 2,10 persen.

Sementara itu, nilai impor Jatim secara kumulatif Januari-Desember 2024 mencapai USD 29,97 miliar. Angka itu naik 5,22 persen dibandingkan Januari-Desember 2023.

Khusus bulan Desember 2024, impor Jatim tercatat naik sebesar 12,96 persen dibandingkan bulan November 2024, yaitu dari USD 2,46 miliar menjadi USD 2,77 miliar. Peningkatan nilai impor ini dipicu oleh meningkatnya kinerja impor sektor nonmigas.


Topik

Ekonomi, Neraca dagang, Jatim, neraca dagang Jatim,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette