Tertimbun Tebing Longsor, Dua Penambang Pasir di Blitar Belum Ditemukan

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

17 - Feb - 2025, 12:51

Potret udara: Aktivitas penambangan pasir di sungai kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Blitar


JATIMTIMES – Nasib tragis menimpa dua penambang pasir di aliran Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Keduanya tertimbun longsoran tebing setinggi 50 meter saat tengah mengumpulkan pasir, Minggu (16/2/2025) siang. Hingga Senin (17/2/2025), tubuh kedua korban masih belum ditemukan.

Korban yang tertimbun adalah NK (45), warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, dan RM (31), warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok. Keduanya datang ke lokasi untuk mencari pasir dan batu dengan cara membuat kantongan pada aliran sungai di dekat tebing. Nahas, saat sedang menaikkan pasir ke daratan, tebing mendadak runtuh dan mengubur mereka hidup-hidup.

Baca Juga : Pamit Cari Ikan Pakai Setrum, Pria Ini Dibawa Pulang Tak Bernyawa

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kedua penambang semula terlihat sibuk mengisi kantongan pasir di tepi sungai. Namun, dalam hitungan detik, bencana datang tanpa aba-aba. Tebing setinggi 50 meter di sisi barat sungai longsor, menggulung tubuh mereka dalam tumpukan tanah dan batu.

Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, mengungkapkan bahwa pencarian korban langsung dilakukan begitu laporan masuk. Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Blitar, Polres Blitar, dan warga setempat bergegas ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Pencarian dilakukan dengan cara menyemprot timbunan tanah menggunakan mesin diesel. Namun, karena hujan turun deras, pencarian sempat dihentikan pada pukul 19.50 WIB dan dilanjutkan pagi ini," jelasnya.

Hingga Senin siang, tubuh NK dan RM masih belum ditemukan. Tim penyelamat bekerja keras menggali longsoran dengan harapan korban bisa segera dievakuasi. Namun, proses pencarian tidak mudah. Material longsor yang bercampur tanah liat basah menyulitkan upaya penggalian.

Penambangan pasir manual di aliran sungai Blitar bukanlah hal baru. Namun, aktivitas ini kerap memakan korban akibat kondisi tebing yang tidak stabil. Banyak pekerja tetap nekat mengambil risiko demi mendapatkan rezeki.

Baca Juga : Deretan Fakta Aktris Kim Sae-ron yang Ditemukan Meninggal, Berencana Comeback

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan penambangan di lokasi rawan. "Kami sudah sering mengingatkan, tetapi aktivitas ini terus berlangsung. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa," tegas Ipda Putut.

Sementara itu, keluarga korban hanya bisa pasrah menunggu kepastian. Harapan agar NK dan RM ditemukan dalam kondisi selamat semakin menipis seiring waktu yang terus berjalan. Apakah pencarian akan berakhir dengan keajaiban atau duka? Jawabannya masih tergulung di dalam longsoran maut Sungai Kaliputih.


Topik

Peristiwa, penambang, blitar, longsor,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette