Kades Sidorahayu Ternak 7 Ribu Bebek dan 10 Ribu Lele, Dikelola Mandiri untuk Kepentingan Masyarakat

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

16 - Feb - 2025, 04:13

Kepala Desa Sidorahayu Nur Samiaji (baju merah) saat menunjukkan peternakan bebek miliknya kepada Bupati Malang HM. Sanusi bersama rombongan saat kegiatan sambang desa, Jumat (7/2/2025). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Menindaklanjuti arahan Bupati Malang HM. Sanusi agar seorang kepala desa di Kabupaten Malang memiliki usaha secara mandiri agar terhindar dari korupsi, Kepala Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Nur Samiaji menjalankan arahan itu dengan memperkuat dan mengembangkan usaha peternakannya. 

Sejak 2015 lalu, Nur Samiaji sudah menggeluti usaha ternak bebek petelur. Namun tempatnya  tidak di Kecamatan Wagir, melainkan di Kecamatan Kalipare. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan usahanya, Nur Samiaji kemudian memulai usaha ternak bebek petelur dan ikan lele pada tahun 2017 di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir. 

Baca Juga : Pemdes Sidorahayu Jelaskan Alasan Baru Bentuk BUMDes: Kami Tidan Ingin Mempunyai BUMDes Hanya Slogan 

Pasang surut ia lewati dalam mengembangkan peternakan bebek dan ikan lele. Banyak rekannya sesama peternak bebek petelur jatuh dan tidak bisa bangkit lagi karena kehabisan modal serta mesin produksi, yakni bebek. 

"Di wilayah sini itu ada delapan peternak bebek petelur. Tapi sekarang tinggal empat. Empat lainnya sudah jatuh, kehabisan modal dan mesin produknya yaitu bebek habis karena hilang," ungkap Nur Samiaji. 

Di tengah banyaknya cobaan, akhirnya Nur Samiaji mengaku bisa bangkit dan terus berkembang. Tercatat pada tahun 2025 ini, terdapat 7.000 bebek petelur yang diternak. Selain itu, pada Januari 2025 lalu, dirinya juga membuat sebuah kolam ikan lele di bawah kandang bebek dengan kapasitas 10.000 lele tipe bibit 5 sentimeter. 

Untuk saat ini, yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat masih telur dari bebek-bebek yang diternak oleh Nur Samiaji. Pasalnya, lele masih belum waktunya panen. Sehingga, mengoptimalkan mesin produksi yang ada, yakni bebek petelur. 

"Dari 7.000 bebek ini, kita regenerasi. Ada yang masih produktif, ada yang sudah tidak produktif. Rata-rata ini per hari 3.000 telor bulan ini. Bulan depan mungkin meningkat, karena ada bibit baru kan. Idealnya satu bebek bertelur satu," ujar Nur Samiaji. 

Telur-telur bebek yang sudah dipanen kemudian diolah oleh ibu-ibu PKK Desa Sidorahayu menjadi beberapa produk. Mulai dari telur bebek mentah hingga telur asin. 

"Untuk distribusinya, bu-ibu PKK yang mengelola. Kita bantu jualkan. Kalau dua tahun yang lalu kita jual ke Blitar. Tetapi sekarang ibu-ibu berhasil menjual dan habis di sini. Ini sampai antre-antre di sini," kata Nur Samiaji. 

Nur Samiaji  juga menceritakan pilihan pakan yang terjangkau untuk bebek petelur dan ikan lele yang diternak di kandangnya. Untuk pakannya, Nur Samiaji mengaku memiliki resep dan racikan sendiri dengan harga terjangkau. 

Baca Juga : Kapan Pendaftaran Terakhir KIP Kuliah? Cek Kembali Jadwalnya Disini! 

"Istimewanya pakan ini lebih murah daripada pabrikan. Kalau pakan dari pabrik itu harganya Rp 9 ribu per kilogram, kalau pakan yang saya racik ini habisnya Rp 6 ribu per kilogram," kata Nur Samiaji. 

Selain lebih murah dari segi pakan, kualitas dari produkso telur bebeknya juga bagus dan optimal. Nur Samiaji mengaku, ketika dirinya menggunakan pakan dari pabrik, persentase bertelurnya maksimal 70 persen. Tetapi ketika menggunakan pakan yang diracik sendiri berbahan dasar makanan ringan manusia, persentase bertelurnya mencapai 90 persen. 

Kemudian, ikan lele yang diternak di bawah kandang bebek petelur juga lebih maksimal dan mengurangi biaya pakan. Ketika dirinya menggunakan sebuah kolam besar untuk ternak ikan lele, biaya untuk pakan lebih banyak. Tetapi ketika diternak di bawah kandang bebek, biaya pakan tidak terlalu banyak. 

"Karena kan banyak cacingnya di bawah kandang bebek. Hasil fermentasi dari kotoran bebek, itu proteinnya tinggi. Yang paling tinggi kan cacing sutra bisa mencapai 80," ungkap Nur Samiaji. 

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah untuk ikan lele yang diternak dijual, Nur Samiaji mengaku hanya memberikan secara gratis kepada masyarakat ataupun keluarga yang sedang membutuhkan. 

"Sejak tahun 2017 saya berbudidaya lele. Lele itu nggak pernah saya jual. Jadi siapa-siapa saja yang minta. Biasanya saudara, tetangga yang punya hajat, tak kasih," pungkas Nur Samiaji.


Topik

Ekonomi, Kades Sidorahayu Wagir, ternak lele, ternak bebek petelur,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette