Melihat Peluang Indonesia Menang Melawan Uzbekistan

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

16 - Feb - 2025, 07:33

Para pemain Timnas Indonesia U20. (Foto: arsiptimnas)


JATIMTIMES - Timnas Indonesia U-20 menghadapi tantangan besar di laga kedua Piala Asia U-20 2025. Setelah menelan kekalahan 0-3 dari Iran di pertandingan pembuka, Garuda Nusantara harus bangkit saat berhadapan dengan Uzbekistan U-20 pada Minggu (16/2) pukul 18.30 WIB di Stadion Pusat Pelatihan Sepak Bola Pemuda, Shenzhen, China. Kemenangan menjadi harga mati bagi Indonesia jika ingin menjaga peluang tampil di Piala Dunia U-20 2025. 

Laga melawan Iran menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Kelemahan dalam mengantisipasi umpan silang dan buruknya duel udara menjadi penyebab utama tiga gol Iran yang dicetak oleh Hesam Nafari, Esmail Gholizadeh, dan Mobin Dehghan. 

Gol pertama terjadi saat Hesam memenangkan duel udara dari sepak pojok. Gol kedua lahir dari bicycle kick Gholizadeh yang mendapat ruang bebas karena lemahnya penjagaan. Sementara gol ketiga kembali tercipta lewat skema sepak pojok, dengan Mobin Dehghan menanduk bola tanpa kawalan. 

Data dari Sofascore menunjukkan Indonesia hanya memenangkan 26 persen duel udara dari 47 kesempatan, jauh di bawah Iran yang mencatatkan 67 persen dari 45 duel udara. Ini membuktikan betapa lemahnya tim dalam menghadapi bola atas, sesuatu yang harus segera diperbaiki jika ingin mengalahkan Uzbekistan. 

Tak hanya di lini pertahanan, lini serang juga perlu perbaikan. Meski mencatatkan 11 tembakan, Indonesia hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,51—angka yang sangat rendah. Bahkan, tujuh dari 11 tembakan tersebut berasal dari luar kotak penalti, menunjukkan minimnya kreativitas serangan. 

Achmad Zidan, Welber Jardim, dan Toni Firmansyah di lini tengah belum mampu memberikan suplai bola maksimal bagi para penyerang seperti Jens Raven, Muhammad Ragil, dan Arlyansyah Abdulmanan. 

Waspadai Uzbekistan yang Kuat dalam Skema Umpan Silang

Uzbekistan bukan lawan yang mudah. Tim yang berstatus juara bertahan ini memiliki pemain-pemain yang ahli dalam memanfaatkan umpan silang—kelemahan utama Indonesia. Gol tunggal mereka saat menang 1-0 atas Yaman dicetak Muhammadali Urinbaev, yang dengan cerdik menemukan ruang kosong di antara dua bek lawan untuk menyundul bola hasil umpan Ollabergan Karimov. 

Namun, Uzbekistan juga memiliki celah. Meski unggul secara peringkat FIFA atas Yaman (Uzbekistan di peringkat 58, Yaman di 158), mereka tidak mendominasi laga sepenuhnya. Yaman berhasil menciptakan 15 tembakan dengan 5 tepat sasaran, bahkan mencatatkan expected goals sebesar 1,26, lebih tinggi dari Uzbekistan yang hanya 1,03 xG. Ini menjadi gambaran bahwa Uzbekistan masih bisa ditembus jika Indonesia mampu bermain lebih efektif dalam menyerang. 

Pelajaran dari Dua Pertemuan Sebelumnya

Baca Juga : 80 Desainer Pamerkan Koleksi Terbaiknya di Malang Fashion Fest

Indonesia dan Uzbekistan sudah dua kali bertemu dalam dua tahun terakhir. Pada Piala Asia U-20 2023, Indonesia berhasil menahan Uzbekistan 0-0 di fase grup. Menariknya, saat itu Garuda Nusantara menjadi satu-satunya tim yang tidak kalah dari Uzbekistan, yang akhirnya keluar sebagai juara. 

Pertemuan kedua terjadi dalam laga uji coba Januari 2024, di mana Uzbekistan menang tipis 3-2. Selain itu, Indra Sjafri juga pernah membawa Timnas U-19 menghadapi Uzbekistan di Piala Asia U-19 2014, di mana generasi Evan Dimas kalah 1-3. 

Melihat rekam jejak tersebut, Indra Sjafri yakin timnya bisa mengatasi Uzbekistan kali ini. "Kami telah menganalisis permainan mereka saat melawan Yaman dan akan mencari celah untuk memanfaatkan setiap peluang," ujar Indra dikutip dari laman resmi AFC. 

Di sisi lain, pelatih berusia 62 tahun itu juga memastikan recovery fisik dan mental para pemain berjalan lancar setelah kekalahan dari Iran. 

“Alhamdulillah, dalam dua hari ini pemain sudah cukup pulih secara fisik, dan dalam 20 jam terakhir, mental mereka juga mulai bangkit,” tambahnya. 

Salah satu pemain yang bertekad bangkit adalah kiper Ikram Algiffari. Pada laga melawan Iran, Ikram hanya mampu melakukan satu penyelamatan. Kali ini, ia ingin memberikan kontribusi lebih besar untuk membantu Indonesia meraih kemenangan. 

“Kami sudah melakukan evaluasi dan siap untuk pertandingan kedua. Ini laga yang sangat penting bagi kami untuk menjaga peluang lolos. Semua pemain siap menang,“ kata Ikram, yang sebelumnya sukses membawa Timnas U-19 menjuarai ASEAN Boys U-19 Championship 2024 di Surabaya.


Topik

Olahraga, timnas indonesia u 20, piala asia u 20, indonesia vs uzbekistan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette