Usai Thailand, kini Kementerian Malaysia Periksa Anggur Shine Muscat dari Residu Kimia Berbahaya

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

29 - Oct - 2024, 12:16

Penampakan buah anggur Shine Muscat. (Foto: Shopee)


JATIMTIMES - Isu mengenai kandungan residu kimia berbahaya dalam anggur Shine Muscat semakin ramai diperbincangkan setelah Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengeluarkan peringatan. Organisasi ini mengungkapkan bahwa sebagian besar sampel anggur Shine Muscat yang diuji mengandung zat kimia berbahaya di atas ambang batas aman untuk kesehatan manusia. 

Dalam laporannya, Thai-PAN menemukan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diuji terdeteksi mengandung residu kimia berbahaya melebihi batas yang diizinkan. Bahan kimia yang ditemukan antara lain klorpirifos dan endrin aldehida, yang telah dilarang oleh undang-undang keamanan pangan Thailand. Sekretaris Jenderal Dewan Konsumen Thailand (TCC), Saree Aongsomwang, mengimbau Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) untuk bertindak tegas. 

"FDA harus mengambil tindakan hukum terhadap importir yang membawa anggur terkontaminasi ini," ujar Saree pada hari Minggu, seperti dilansir Bangkok Post, Selasa (29/10). 

Ia juga menambahkan bahwa anggur yang belum beredar di pasaran sebaiknya diperiksa lebih lanjut atau bahkan dimusnahkan untuk menghindari risiko pada konsumen. Thai-PAN bersama TCC meminta importir untuk menarik anggur Shine Muscat yang berpotensi tercemar dari peredaran. 

Berita ini berdampak signifikan pada pasar anggur Shine Muscat di Thailand. Setelah peringatan dari TCC, konsumen mulai menghindari anggur ini meskipun harganya sudah didiskon hingga 70 persen. 

Di sebuah pasar di distrik Muang, Nakhon Ratchasima, pedagang setempat, Thaworn Prommee, mengatakan bahwa setengah stok anggur Shine Muscat di tokonya rusak akibat rendahnya minat beli. "Sebelumnya, ini adalah produk yang sangat diminati, tetapi sekarang kami mengalami kerugian besar," ujar Thaworn. 

Tak hanya Thailand, Malaysia kini ikut memantau keamanan anggur Shine Muscat yang diimpor ke negaranya. Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan pengawasan di semua titik masuk negara untuk memastikan keamanan buah impor. "Pemantauan ini dilakukan melalui 70 titik masuk di seluruh negeri, yang melibatkan pemeriksaan dokumen, fisik, dan pengambilan sampel," ungkap pernyataan resmi MOH yang dikutip dari New Straits Times, Selasa (29/10). 

Pengawasan terhadap residu pestisida pada produk pangan di Malaysia dilakukan berdasarkan Peraturan 41 Peraturan Pangan 1985. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Malaysia, antara tahun 2020 hingga September 2024, sekitar 5.561 sampel buah dan sayuran impor telah diuji, dan 165 sampel di antaranya (atau sekitar 2,97%) tidak memenuhi standar keamanan. 

Kementerian Kesehatan Malaysia menegaskan, izin masuk untuk produk pangan hanya akan diberikan jika hasil analisis residu kimia memenuhi standar maksimum yang diizinkan. Jika terjadi pelanggaran berulang, maka larangan impor akan diberlakukan. 

Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu, menyatakan bahwa pihaknya akan menginvestigasi lebih lanjut anggur Shine Muscat yang diduga terkontaminasi. "Kami akan merujuk masalah ini ke lembaga terkait, termasuk Institut Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia, untuk melakukan verifikasi," kata Mohamad Sabu dalam sebuah pernyataan. 

Jika terbukti, Kementerian Pertanian Malaysia berencana mengambil langkah tegas. “Kami akan membuat pengumuman resmi jika hasil verifikasi menunjukkan adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam anggur ini," ujarnya. 

Sekretaris Jenderal FDA Thailand, Surachoke Tangwiwat pun sebelumnya mengimbau konsumen untuk berhati-hati dan mencuci buah-buahan dengan benar sebelum dikonsumsi. "Impor yang ditemukan terkontaminasi akan disita, dan tindakan hukum akan diambil terhadap importir yang tidak mematuhi aturan keamanan pangan," tegas Dr. Surachoke. 

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk memperketat pengawasan terhadap produk impor guna melindungi kesehatan masyarakat.


Topik

Serba Serbi, anggur, angur shine muscat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette