Firhando Gumelar Janjikan Program Kelola Sampah Bernilai Ekonomis hingga Jadi Pembangkit Listrik
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
29 - Sep - 2024, 07:34
JATIMTIMES - Isu lingkungan turut menjadi sorotan calon Wali Kota Batu Firhando Gumelar. Salah satu yang menjadi sorotan adalah persoalan sampah. Menumpuknya sampah di TPA Tlekung yang saat ini ditutup, hingga pengelolaan di masyarakat yang belum optimal dengan banyaknya pembakaran menjadi problem.
Firhando Gumelar, calon wali kota yang berpasangan dengan H. Rudi itu menjanjikan program pemberdayaan masyarakat untuk kelola sampah. Pria yang populer dengan sapaan Mas Gum itu juga menawarkan teknologi pengelolaan sampah lebih efisien dan menghasilkan sesuatu bernilai ekonomis.
Baca Juga : Bina Marga Keruk Sedimen, Antisipasi Sampah Pemicu Musibah Material Jembatan Sutojayan Hanyut
Terkait sampah, Mas Gum ingin sampah di Kota Batu tidak langsung dibuang atau bahkan dibakar. Namun bisa dioleh agar sampah bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
"Salah satunya adalah memberdayakan masyarakat di kampung-kampung untuk mengelola sampah di wilayah mereka dulu, dengan pemilahan sampahnya. Dari hal yang sudah terpilah itu, masyarakat akan dilatih secara teknis dan serius, untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Misalkan pot bunga, karya seni, tas belanja, dan sebagainya," ujarnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Ia menambahkan, nantinya warga yang bisa melakukan pengelolaan tersebut dengan baik, akan diberikan apresiasi, penghargaan, serta insentif. Pihaknya ingin menyelesaikan masalah sampah dengan bergotong-royong.
Sementara itu terkait dengan TPA Tlekung yang sudah 'overload', calon wali kota nomor urut 2 itu mengaku juga sudah memiliki program khusus yang akan dilakukan dan sudah siap diterapkan. Bahkan dirinya sudah memiliki riset dan hasil lab kondisi TPA Tlekung serta hal apa yang bisa dieksplor oleh Pemkot Kota Batu.
"Diperlukan saat ini pembakaran sampah dengan incenerator yang lebih besar, dan dengan output asap yang aman. Hal itu sudah dilakukan oleh beberapa negara lain. Energi dari pembakaran itu kemudian bisa menghasilkan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS). Nah residu abu dari pembakaran sampah tersebut dikumpulkan yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya, seperti pembuatan paving blok, batu bata, aspal, hingga hal lain yang bisa dipergunakan untuk pembangunan kota," paparnya.
Baca Juga : Dana Awal Kampanye Dua Paslon Pilkada Blitar Hanya Rp 2 Jutaan
Gum mengaku sudah mengkaji dan menyiapkan teknisnya. Sehingga penumpukan sampah di TPS-TPS itu tidak akan terjadi lagi, sehingga petugas sampah bisa mengangkut secara harian dan membuat kota semakin bersih.
"Baik sampah organik maupun non organik, yang jelas diupayakan sampah yang akan masuk ke TPA bisa terkurangi secara masif. Yang terpenting bagaimana caranya sampah ini bisa berubah menjadi sesuatu yang bernilai. Sehingga Batu bisa menjadi kota zero waste," tambahnya.
