Respon Rais Aam PBNU terhadap Gugatan Kepengurusan PCNU Blitar 2024-2029: Dinamika Harus Dihormati
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
24 - Sep - 2024, 03:59
JATIMTIMES - Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar masa bakti 2024-2029 berlangsung khidmat pada Selasa 24 September 2024 di Graha NU Kabupaten Blitar. Acara yang dihadiri oleh kiai, alim ulama, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat ini secara langsung dipimpin oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori.
Pelantikan kali ini turut menarik perhatian dengan hadirnya tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blitar. Pasangan Rijanto-Beky, yang diusung oleh koalisi PDIP bersama beberapa partai politik, tampak hadir dalam agenda tersebut. Di sisi lain, Abdul Ghoni, calon wakil bupati dari koalisi PKB, datang tanpa didampingi bupati petahana, Rini Syarifah, yang absen dalam acara.
Baca Juga : Viral! Orang Tua Santri di Trenggalek Geruduk Pimpinan Pondok, Tuntut Kehamilan Anaknya
Namun, di tengah prosesi pelantikan yang berjalan lancar, ada dinamika di balik organisasi yang mengiringi proses ini. Sebelum pelantikan, Forum Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar melayangkan gugatan hukum terkait Surat Keputusan (SK) Pengesahan Pengurus PCNU masa bakti 2024-2029. Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Blitar pada Kamis 19 September 2024.
Forum ini menilai SK Nomor 370/2024 yang diterbitkan oleh PBNU cacat hukum. Mereka berargumen bahwa keputusan pengesahan tersebut bertentangan dengan proses pemilihan yang sebelumnya dilakukan di tingkat cabang. Pada Konferensi Cabang XVIII yang digelar pada Februari 2023, Arif Fuadi terpilih sebagai ketua tanfidziyah. Namun, setelah menunggu hingga Maret 2024, PBNU justru membatalkan hasil tersebut dan meminta adanya pemilihan ulang.
KH Akhmad Said Asrori, rais aam PBNU, merespons dengan bijaksana atas gugatan ini. Menurut dia, dinamika organisasi adalah hal yang wajar selama prosesnya berjalan sesuai aturan.
"Gugatan itu tidak masalah dan ini bagian dari dinamika yang harus kita hormati juga. Tidak ada dualisme, SK tetap satu. Di seluruh cabang di seluruh Indonesia tidak ada yang dualisme sama sekali. Kita satu barisan," tegasnya pada Selasa (24/9/2024).
Said Asrori juga menambahkan bahwa pelantikan berjalan sukses dan tertib, menandakan kesatuan NU tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Blitar periode 2024-2029 Kiai Muqorrobin mengajak seluruh elemen warga NU untuk bersama-sama mengedepankan visi organisasi demi kemajuan ke depan. Menurut dia, meskipun ada pihak yang menggugat, mekanisme dan integritas organisasi tidak terganggu.
"Jika ingin mengekspresikan kehendak dan pendapatnya, monggo, silakan menempuh jalur yang sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Tidak ada dualisme di tubuh NU, utamanya NU Kabupaten Blitar," ujarnya.
Kiai Muqorrobin juga menyampaikan harapannya agar pelantikan ini menjadi titik awal perubahan positif bagi PCNU Kabupaten Blitar. Ia mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan yang baru didominasi kader muda dengan mobilitas tinggi, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. "Soal PCNU Kabupaten Blitar masa bakti 2024-2029, dengan banyaknya pengurus muda, insya Allah akan membawa perubahan bagi Kabupaten Blitar," ujarnya optimistis.
Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar Akhsin Al Fata memberikan pandangannya terkait gugatan yang dilayangkan. Ia menekankan bahwa dalam struktur organisasi NU sudah ada mekanisme internal yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan perselisihan, yaitu melalui majelis tahkim. "Jika ada yang melayangkan gugatan, saya kira ada yang belum dipahami. Di PBNU itu ada yang namanya majelis tahkim, yang fungsinya menyelesaikan persoalan-persoalan internal organisasi," jelasnya.
Menurut Akhsin, gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) adalah tindakan yang salah alamat.
Dalam pelantikan ini, PCNU Kabupaten Blitar menegaskan akan fokus pada program-program strategis demi kemajuan umat, khususnya di Kabupaten Blitar. Di antaranya, tiga pilar utama yang diusung adalah pendidikan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi.
Kiai Muqorrobin menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam tubuh organisasi untuk menjawab tantangan zaman. Program pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), rumah sakit NU, dan pengelolaan aset NU menjadi prioritas kepengurusan kali ini.
Meski diwarnai gugatan, pelantikan ini menjadi bukti soliditas dan semangat warga Nahdliyin untuk terus maju bersama, menyatukan langkah demi kemaslahatan umat dan masyarakat luas di Kabupaten Blitar.
