Penuhi Stadion Gajayana, Ribuan Siswa TK Rayakan Hari Anak Nasional 2024 Tanpa Pakai APBD
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
21 - Sep - 2024, 01:34
JATIMTIMES - Sebanyak 5.821 siswa-siswi PAUD dan TK dari lima kecamatan di Kota Malang, memenuhi Stadion Gajayana, Sabtu (21/9/2024). Kehadiran para siswa-siswi generasi penerus bangsa ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2024.
Peringatan HAN 2024 ini dikemas dalam Gebyar Kreasi Anak dan Guru TK Kota Malang dengan mengusung tema, "Anak Terlindungi Indonesia Maju". Dikemas dengan istimewa, acara diisi dengan kegiatan senam bersama, pertunjukan kesenian tari dari para guru, maupun unjuk kebolehan tarik suara dari para siswa maupun guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, l kegiatan ini merupakan event tahunan dinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) berkolaborasi dengan Disdikbud Kota Malang.
Baca Juga : Pilot Susi Air Philip Mehrtens Akhirnya Bebas setelah 18 Bulan Disandera KKB
Menjadi istimewa karena kegiatan ini digelar tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan dalam kegiatan berasal dari kontribusi masyarakat.

"Jadi, tidak menyenggol APBD Kota Malang. Semuanya dari masyarakat, baik peralatan dan sebagainya. Untuk itu, terima kasih para orang tua siswa yang telah mendukung kegiatan ini," kata Suwarjana.
Lebih lanjut Suwarjana menjelaskan, l Gebyar Kreasi Anak dan Guru TK Kota Malang, memiliki misi khusus dalam meningkatkan kreativitas siswa dan guru. Kemudian, hal ini menjadi momen strategis untuk saling memperkuat kebersamaan dalam meningkatkan pendidikan PAUD dan TK.

"Di sini anak-anak TK juga saling bercengkerama dengan siswa lainnya. Anak-anak berbaur di Stadion Gajayana. Ini tentunya hal yang akan diingat sepanjang masa hidupnya," katanya.
Sementara itu, dijelaskan Suwarjana, 5.821 siswa PAUD dan TK ini berasal dari 625 sekolah yang tersebar di lima kecamatan. Meskipun begitu, tidak semua sekolah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini karena bukan menjadi satu hal yang diwajibkan.

"Untuk guru dan pendukung penampil tari ada 1.750 guru. Yang jelas, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, kepada oara orang tua wali yang telah mendukung kegiatan ini," paparnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, kegiatan ini menjadi hari bagi para anak-anak karena mereka mempunyai wadah atau ruang dalam berekspresi bersama.

"Ini menjadi experience yang akan memberikan warna positif terhadap tumbuh kembang anak," tuturnya.
Baca Juga : Netralitas ASN Jadi Sorotan dalam Duel Petahana dan Mantan Bupati Blitar di Pilkada 2024
Selain itu, gebyar kreasi ini menjadi media belajar anak dalam silaturahmi dengan siswa lain hingga menjadi momen unjuk kebolehan. Namun yang terpenting adalah bagaimana anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa untuk menuju Indonesia emas 2045.

"Dalam kegiatan ini, tentunya para guru dilibatkan untuk menjaga para siswanya terkondisikan dengan baik, sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, mulai berangkat dan pulang dengan selamat," kata Erick.

