Amalan Sunah di Rabiul Awal, Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
05 - Sep - 2024, 07:48
JATIMTIMES - Rabiul Awal adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam, terutama karena di bulan ini Nabi Muhammad SAW dilahirkan.
Bulan ini merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah setelah Safar dan sering disebut sebagai bulan Mulud karena perayaan Maulid Nabi.
Baca Juga : Risma Berjanji Tata Pedagang di Kawasan Makam Bung Karno
Jika merujuk pada kalender Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU), tanggal 1 Rabiul Awal 1446 H jatuh pada hari ini, Kamis 5 September 2024.
Menurut mayoritas ulama, Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, sebuah tahun yang bertepatan dengan peristiwa penyerangan Kakbah oleh pasukan gajah Raja Abrahah. Jika merujuk kalender Masehi maka kelahiran Nabi Muhammad jatuh pada Mingguu 15 September 2024 sore atau setelah Magrib.
Tradisi merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam, terutama di Indonesia. Perayaan ini tidak hanya dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awal, tetapi bisa berlangsung sepanjang bulan tersebut.
Bulan Rabiul Awal juga menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk merenungkan kembali ajaran Rasulullah dan memperkuat rasa cinta kepada beliau. Berikut ini adalah beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Rabiul Awal, dikutip laman resmi Kemenag RI, Kamis (5/9/2024).
1. Berpuasa Sunah
Puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Rabiul Awal. Berdasarkan kitab Kanz an-Najah wa as-Surur, memperbanyak puasa di bulan ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW sendiri menjelaskan dalam sebuah hadis bahwa beliau lahir pada hari Senin, sehingga beliau menganjurkan puasa pada hari Senin sebagai bentuk penghormatan terhadap hari kelahirannya. Sabda Nabi SAW:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Nabi ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab: Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.”
2. Memperbanyak Membaca Salawat
Amalan lain yang dianjurkan di bulan Rabiul Awal adalah memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut Syekh Abdul Hamid Qudus, membaca salawat di bulan ini memiliki keutamaan khusus. Salawat adalah ungkapan cinta dan penghormatan kepada Rasulullah. dan dalam ajaran Islam, memperbanyak shalawat di bulan kelahiran beliau akan mendatangkan keberkahan. Beliau berkata:
اعلم أنه يطلب فى هذا الشهر كثرة الصيام, والصلاة على نبينا سيد الأنام, صلى الله تعالى وسلم عليه وزاده شرفا وكرما لديه
“Ketahuilah bahwa dianjurkan pada bulan ini (Rabiul Awwal) untuk memperbanyak melakukan puasa sunah dan membaca shalawat kepada pemimpin umat Nabi Muhammad SAW.”
3. Memperingati Maulid Nabi
Baca Juga : 8 Cara Hidup Sehat ala Rasulullah SAW
Membaca dan mengenang kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW juga merupakan amalan yang dianjurkan selama bulan Rabiul Awal. Menurut Imam Suyuthi dalam kitab Al-Wasail fi Syarhis Syamail, membaca kisah Maulid Nabi memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah mendatangkan rahmat dan syafaat dari para malaikat. Imam Suyuthi berkata:
مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Tidak ada rumah, masjid, atau tempat lain yang di dalamnya dibacakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW kecuali malaikat mengelilingi rumah, masjid, atau tempat tersebut. Malaikat juga mendoakan penduduk tempat tersebut, dan Allah ta'ala melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka.”
4. Sedekah dan Berbuat Baik
Sedekah dan berbuat baik kepada sesama adalah amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Rabiul Awal. Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam hal kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama, sehingga momen kelahiran beliau menjadi waktu yang tepat untuk meneladani sikap tersebut.
Amalan seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan, mengunjungi orang sakit, dan membantu orang yang kesulitan merupakan cara untuk menunjukkan cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW.
Amalan sedekah tidak hanya terbatas pada harta benda, tetapi juga bisa berupa waktu, tenaga, dan dukungan moral kepada orang lain. Dengan memperbanyak sedekah, umat Islam diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan rasa empati terhadap sesama.
5. Mengajarkan Anak tentang Nabi Muhammad SAW
Selain 4 amalan sunnah di atas, Ustaz Abdul Somad juga menekankan pentingnya mengenalkan anak-anak kepada sosok Nabi Muhammad SAW selama bulan Rabiul Awal.
"Bulan ini adalah momen yang tepat untuk mengajarkan kisah-kisah Rasulullah, mengikuti kegiatan perayaan Maulid Nabi, dan memperbanyak bacaan salawat. Dengan begitu, generasi muda akan lebih mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW serta memahami ajaran-ajaran Islam yang dibawanya," ungkap Ustaz Abdul Somad, dikutip YouTube Ummu Haniya, Kamis (5/9/2024).
Demikian 5 hal yang lebih baik diamalkan saat bulan Rabiul Awal. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Amalan-amalan tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat rasa cinta terhadap Rasul-Nya.
