Guru SMPN 2 Singosari Malang Sumbang Medali Emas PON XXI 2024 untuk Jatim
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
04 - Sep - 2024, 01:44
JATIMTIMES - Kontingen Jawa Timur (Jatim) menambah pundi-pundi medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024 dari cabang olahraga (cabor) Paramotor. Dari cabor tersebut, Jatim mengawinkan medali emas dan perunggu di mata lomba Presisi Foot Launch (FL).
Medali emas diraih oleh atlet Jatim bernama Ifa Kurniawati yang juga berprofesi sebagai guru matematika di SMPN 2 Singosari, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Kerja Sama Internasional: Pendidikan Matematika Unisma MoU dengan Yala Rajabath University Thailand
"Alhamdulillah untuk saat ini saya sudah memperoleh 1 emas," ungkapnya ketika berbincang dengan JatimTIMES, Kamis (4/9/2024).
Perempuan berusia 45 tahun ini menjadi yang terbaik ketika tampil di arena Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Kabupaten Banda Aceh Utara, 1 September 2024. Bermain dengan nomor dada 8, Ifa Kurniawati mencatatkan total skor 2.397.
Hasil itu jauh di atas capaian atlet Jawa Barat (Jabar) Andi Rizkha Fadillah Mallarangeng yang meraih medali perak dengan total skor 1.756. Adapun medali perunggu juga disabet atlet Jatim Zamitah Dea Rhein dengan total skor 1.719.
Dengan capaian ini, Ifa Kurniawati mengaku senang dan bangga. "Alhamdulillah senang sekali dan gembira, karena dari awal ditarget 1 emas dan ini PON pertama untuk paramotor, jadi saya berusaha untuk meraih hasil ini," ucap peraih 4 medali emas Sea Games 2011 tersebut.
Ifa juga masih berpeluang menambah medali. Pada PON kali ini, dia bermain di 3 nomor perorangan dan 2 nomor double/tandem. Sebelumnya pada nomor Paramotor Ekonomi dia mengakhiri lomba di urutan ke-5. Artinya sudah tertutup peluang medali pada nomor tersebut.
Hari ini, dia baru saja bertanding di mata lomba Navigasi. Hasil pada nomor tersebut masih belum diumumkan. Adapun pada kategori double/tandem, Ifa berperan sebagai penumpang, berduet dengan atlet Jatim bernama Yajid selaku pilot. Keduanya akan bermain di mata lomba Presisi dan Navigasi Wheel Launch (WL).
Baca Juga : Pengamat Bola Surabaya Percaya Timnas Bakal Beri Perlawanan Sengit di Kandang Arab Saudi
Lebih lanjut, dia mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari untuk tampil di PON. Sejak bulan Januari 2024 lalu, dia bersama rekan-rekannya berlatih rutin setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.
"Latihan rutin di Pantai Mayangan Probolinggo. Awal Agustus baru muncul kategori mata lomba secara detail sehingga kita latihan secara lebih intensif," urainya.
Kini, hasil itu berbuah manis dengan diraihnya medali emas. Kendati demikian, dia bilang dalam perlombaan kali ini sempat ada kesulitan yang dihadapi.
"Tantangannya adalah biasanya berlatih di daerah pantai, lapangannya datar jadi los. sedangkan ini bermain di bandara dimana kontur tanah yang cembung mempengaruhi pada terbangnya parasut," paparnya.
