Pemkot Blitar Serukan Penerapan CERDIK untuk Cegah Diabetes pada Anak
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
30 - Aug - 2024, 12:51
JATIMTIMES – Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya kasus diabetes pada anak, Pemerintah Kota Blitar mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat melalui program CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres).
Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan meningkatnya prevalensi diabetes pada anak, yang dianggap membutuhkan penanganan lebih serius dan kolaboratif.
Dokter spesialis anak di Kota Blitar, dr. Fajar Hendra Perdana, M.Sc., Sp.A, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kasus diabetes pada anak, khususnya di kota-kota besar, terus meningkat. "Diabetes tipe 1 adalah jenis yang paling sering ditemukan pada anak-anak, disebabkan oleh kerusakan pada sel pankreas yang menghambat produksi insulin," jelas dr. Fajar, Kamis (29/8/2024). Menurutnya, sebagian besar kasus ini dipicu oleh faktor autoimun, meski ada juga yang penyebabnya belum diketahui secara pasti atau idiopatik.
Dr. Fajar juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau asupan gizi anak-anak mereka. “Banyak produk minuman kemasan yang, meskipun dilabelkan sebagai produk anak, mengandung gula dalam jumlah tinggi. Orang tua harus lebih selektif dan mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memastikan konsumsi makanan yang bergizi,” tambahnya.
Sebagai langkah awal dalam pencegahan, dr. Fajar menyarankan agar orang tua waspada terhadap tiga gejala utama yang dapat menjadi indikasi awal diabetes pada anak, yaitu polidipsi (haus berlebihan), poliuria (sering buang air kecil secara tidak normal), dan polifagi (rasa lapar berlebihan).
“Jika anak Anda tiba-tiba mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diagnosis yang tepat,” sarannya. Mengingat bahwa diabetes membutuhkan pengobatan seumur hidup, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Dalam rangka mengurangi risiko dan mengendalikan penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes pada anak, Pemkot Blitar telah meluncurkan kampanye CERDIK. Kampanye ini menekankan enam langkah pencegahan utama, yaitu rutin memeriksa kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit, menghindari asap rokok baik konvensional maupun elektrik, rajin melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan mengurangi risiko penyakit, menjalani diet seimbang dengan memperhatikan asupan gizi yang cukup serta mengurangi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, memastikan istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh, serta mengelola stres melalui rekreasi dan interaksi positif dengan keluarga dan teman.
Selain kampanye tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr. Dharma Setiawan, M.MKes., menyampaikan bahwa Pemkot Blitar juga telah mencanangkan berbagai program kesehatan untuk mendukung pencegahan diabetes pada anak. “Kami telah mengimplementasikan program UKS terpadu yang melibatkan deteksi dini di sekolah-sekolah serta program kesehatan pangan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik,” ujar dr. Dharma.
Baca Juga : Bahaya Merokok Setelah Makan, Ini Penjelasan Dokter
Lebih lanjut, Pemkot Blitar juga telah mendirikan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di setiap kelurahan yang bertujuan melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular di lingkungan masyarakat. Deteksi dini ini juga diperluas ke organisasi perangkat daerah (OPD) melalui pengecekan rutin seperti tensi, gula darah, dan berat badan. Kolaborasi dengan kader kesehatan setempat juga terus ditingkatkan guna memantau kondisi kesehatan masyarakat secara lebih efektif.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Mari kita menuju masa muda yang sehat dan hari tua yang nikmat dengan perilaku CERDIK. CERDIK itu keren,” himbau dr. Dharma, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga mereka.
Dengan program-program ini, Pemkot Blitar berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan diabetes sejak dini, terutama pada anak-anak. “Diabetes tidak mengenal usia, jadi mari kita lindungi masa depan anak-anak kita dengan bertindak sekarang,” tutup dr. Dharma.
