Mau Urus Tanah Warisan? Begini Tips dan Triknya dari Praktisi Hukum
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
04 - Aug - 2024, 09:20
JATIMTIMES - Bingung harus mulai dari mana untuk mengurus tanah warisan? Proses ini memang bisa terasa rumit. Tetapi dengan langkah yang tepat dan ahli waris yang kompak, semuanya bisa berjalan lancar.
Menurut Ni Putu Nena BP Rachmadi SH MKn, seorang notaris, praktisi hukum, dan pejabat lelang kelas II, hal terpenting untuk mengurus tanah warisan adalah memulai dengan niat yang baik.
Baca Juga : Matangkan Pengamanan Jelang Pilkada 2024, Ketua Bawaslu Tulungagung Silaturahmi ke Mapolres Tulungagung
"Kita harus mengubah fokus dulu dari masalah ke solusi dan lebih bagus lagi kalau para ahli waris kompak untuk mengurus tanah warisan," ungkap Nena.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu kamu dalam mengurus tanah warisan, dilansir Instagram pribadinya @nena.ngobrolhukum:
1. Inventaris Seluruh Aset
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para ahli waris adalah menginventarisasi seluruh aset tetap atau tanah yang dimiliki oleh pewaris. Mengetahui dengan jelas apa saja aset yang ada akan memudahkan proses pengurusan selanjutnya.
2. Urus dan Siapkan Dokumen Ahli Waris
Selanjutnya, para ahli waris perlu mengurus dan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dokumen-dokumen ini mencakup akta kematian pewaris, surat keterangan waris, dan dokumen lainnya yang relevan. Menyiapkan semua dokumen ini sejak awal akan menghindari hambatan dalam proses administrasi.
3. Bayar Pajak Waris
Perlu diingat bahwa ada pajak waris yang harus dibayarkan untuk tanah warisan. Para ahli waris sebaiknya mulai menghitung perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membayar pajak ini. Menyediakan anggaran yang cukup akan mempercepat proses pengurusan.
4. Balik Nama Waris
Baca Juga : Regulasi Belum Siap, Kendaraan Futuristik Bertenaga Listrik Cenderung Membahayakan Pengguna Jalan
Jika dokumen dan pajak waris sudah selesai diurus, langkah berikutnya adalah melakukan balik nama waris di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Proses balik nama ini penting untuk mengalihkan kepemilikan tanah dari pewaris kepada ahli waris secara resmi.
5. Ahli Waris Sepakat Pembagian Waris
Terakhir, setelah semua aset berhasil dibalik nama, para ahli waris harus mencapai kesepakatan mengenai pembagian waris. Sebaiknya, pembagian ini disepakati sebelumnya dan disesuaikan dengan hukum waris yang berlaku. Kesepakatan ini akan menghindari konflik di kemudian hari.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, proses mengurus tanah warisan bisa menjadi lebih mudah dan teratur. Ingatlah bahwa kerja sama antar ahli waris dan fokus pada solusi adalah kunci utama dalam menyelesaikan proses ini dengan baik. Semoga membantu!
