Google Doodle 1 Agustus 2024 Usung Tema Selancar di Olimpiade Paris, Ini Sejarahnya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
01 - Aug - 2024, 09:52
JATIMTIMES - Hari ini, Kamis 1 Agustus 2024, Google Doodle mengusung tema selancar sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade 2024 Paris. Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari atlet selancar Indonesia, Rio Waida, yang gagal melanjutkan perjuangannya di Olimpiade Paris 2024.
Rio tersingkir di babak kedua cabang olahraga surfing Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung di Teahupo’o, Tahiti. Dia kalah dari wakil Afrika Selatan, Jordy Smith, yang memanfaatkan kondisi ombak dengan lebih baik.
Baca Juga : Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di Junrejo Kota Batu
Kondisi ombak yang kurang mendukung membuat Rio harus menunggu ombak besar yang tak kunjung datang. Sementara rivalnya, Jordy Smith berhasil memanfaatkan ombak kecil untuk meraih kemenangan.
Pada babak pertama, Rio berada di posisi ketiga dengan catatan 3,74 poin, kalah saing dari Reo Inaba (Jepang) dan Leonardo Fioravanti (Italia). Hasil ini membuat prestasinya di Olimpiade 2024 menurun dibandingkan edisi sebelumnya di Tokyo 2020, di mana ia berhasil melangkah hingga babak 16 besar.
Rio mengaku merasa sakit hati dan campur aduk atas kegagalannya di Paris 2024. “Saya merasa ini menyakitkan dan saya juga merasa seperti kaku. Sejujurnya, saya tidak bisa merasakan apapun. Saya tidak tahu apakah saya harus sedih, marah atau senang,” kata Rio dalam rilis Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Kamis (1/8/2024).
Meski demikia, Rio masih berambisi untuk kembali lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
Sejarah Selancar di Olimpiade
Olimpiade Paris 2024 memberikan kesempatan unik bagi para penggemar olahraga dan mereka yang ingin menjelajahi dunia untuk ambil bagian dalam perayaan olahraga besar. Pada tahun ini, empat cabang olahraga ditambahkan ke dalam cabang olahraga tradisional Olimpiade, termasuk selancar.
Melansir Sortir à Paris, selancar adalah olahraga kuno yang berasal dari Polinesia, khususnya Hawaii, sejak abad ke-15. Peselancar Polinesia menggunakan papan kayu solid yang diukir dari pohon asli seperti koa atau wiliwili, dan mempraktikkan "he'e nalu", yang berarti "meluncur di atas ombak".
Baca Juga : Influencer Parenting Tata Irianty Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Anak
Selama berabad-abad, selancar menyebar ke seluruh dunia, dan para juara membantu mempopulerkan olahraga ini dengan mengadakan demonstrasi di seluruh dunia. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, selancar menjadi simbol budaya anak muda Amerika dan kemudian berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan berbagai kejuaraan dunia, seperti Kejuaraan Liga Selancar Dunia.
Para peselancar dalam kompetisi melakukan manuver dan trik di atas ombak yang dinilai berdasarkan variasi, jenis trik, tingkat kesulitan, serta kecepatan, kekuatan, dan aliran peselancar.
Kampanye untuk memasukkan selancar ke dalam program Olimpiade sudah dimulai sejak awal tahun 1920-an oleh para atlet. Seperti Duke Kahanamoku, seorang juara gaya bebas Olimpiade dari Hawaii yang juga pionir selancar.
Namun, selancar baru ditambahkan ke Olimpiade pada 2021, tepatnya di Olimpiade Tokyo 2021. Kemudian selancar kembali hadir untuk kedua kalinya di Paris 2024, dengan Tahiti dan tempat legendarisnya, Teahupo'o, dipilih sebagai tuan rumah untuk melibatkan Wilayah Luar Negeri Prancis dalam kompetisi.
Lokasi selancar di Olimpiade 2024 Paris berada di Teahupo'o, pulau Tahiti, sekitar 75 km dari Papeete. Kompetisi selancar dimulai sejak 27 Juli, dengan para peselancar berlaga sekitar 600 meter dari tempat berdiri.
