Gelar Monitoring dan Evaluasi, KPU Banyuwangi Temukan Ribuan Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat

12 - Jul - 2024, 01:59

Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi pantarlih oleh Komisioner bersama staf KPU Banyuwangi di Kecamatan Licin Banyuwangi (Istimewa)


JATIMTIMES – Gelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menemukan ribuan data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) untuk gelaran pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang.

Menurut Divisi Data dan Informasi KPU Banyuwangi, Muhamad Qowim, temuan data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) tersebut berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh ratusan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) yang disebar di 25 kecamatan di Banyuwangi.

Baca Juga : Siapkan SDM Pekerja Unggul, Mas Dhito Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi pada Warganya

Dia mengungkapkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat, antara lain karena; meninggal dunia, data ganda, pemilih di bawah umur, pindah domisili dan tercatat sebagai anggota TNI/ Polri.

“Jumlah pemilih yang meninggal dunia sebanyak 12.098, data ganda sebanyak 79, pemilih di bawah umur sebanyak 10, pindah domisili sebanyak 2.965, TNI 41 orang dan Polri 7 orang,” ujar Muhamad Qowim, kepada sejumlah wartawan pada Kamis (11/07/2024).

Selanjutnya Qowim setelah melakukan monitoring dan evaluasi pihaknya menemukan data dan fakta bukan hanya terkait pemilih yang tidak memenuhi syarat, namun  juga mendapatkan data adanya ribuan daftar pemilih yang lokasi tempat pemungutan suara (TPS) nya tidak sesuai. Dimana  jumlah pemilih yang TPS-nya tidak sesuai mencapai 31.669 pemilih.

“Pada saat ploting TPS kemarin, ada beberapa penempatan lokasi memilih yang belum sesuai TPS. Dimana antara lokasi rumah pemilih dengan tempat mencoblos yang ditentukan sangat jauh. Padahal di sisi lain di wilayah tersebut terdapat TPS yang lokasinya lebih dekat,” tambahnya.

Dengan adanya berbagai temuan tersebut, menurut Qowim, pihaknya langsung menginstruksikan jajaranya untuk segera melakukan perbaikan data pemilih, baik data pemilih TMS yang perlu dicoret maupun data pemilih yang tak sesuai dengan TPS.

Baca Juga : Menuju Pilkada Kota Malang, Paslon Sam HC-Rizky Boncel Berlanjut ke Verfak

Selain itu, KPU Banyuwangi juga telah mengidentifikasi pemilih disabilitas dari berbagai jenis. Jumlah disabilitas fisik tercatat sebanyak 1.962 pemilih, disabilitas intelektual 339 pemilih dan disabilitas mental 720 pemilih. Selanjutnya penyandang  disabilitas sensorik wicara 933 pemilih, disabilitas sensorik rungu 337 pemilih dan disabilitas sensorik netra 653 pemilih.

Hingga saat ini petugas di lapangan masih terus melakukan proses pendataan guna mendapatkan data yang riil dan valid. Sehingga KPU Banyuwangi belum bisa memastikan adanya pengurangan atau penambahan jumlah data pemilih pada gelaran Pilkada serentak tahun ini jika dibanding Pemilu kemarin.


Topik

Politik, Pilkada Banyuwangi, KPU Banyuwangi, pilkada, Banyuwangi, coklit,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette