Horor, Kisah Dokter Ahli Bedah yang Temukan 119 Benda Tajam di Tubuh Pasien
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
15 - Jun - 2024, 11:41
JATIMTIMES - Pada tahun 2012 lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kabar seorang perempuan yang tubuhnya dipenuhi paku, jarum hingga kawat. Dia adalah Supiyati, warga Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan yang mengalami hal aneh, di mana tubuhnya ditemukan benda tajam mencapai 119 buah.
Melansir YouTube RJL 5-Fajar Aditya, dokter ahli bedah dr. Sagiran menceritakan pengalamannya mengoperasi dan menemukan benda tajam di tubuh Supiyati. Mulanya, Sagiran merasa aneh saat dikabari perawat bahwa ada pasien penuh paku yang datang ke IGD. Sebab yang datang ke IGD itu ternyata bukan kasus tetanus biasa, tetapi kasus penyakit non medis.
Baca Juga : Beruntusan dan Jerawat Kerap Muncul Saat Berponi, Begini Penjelasannya
"Ketika saya menjadi dokter biasa, ketemu pasien yang non medis, (saya berpikir) tentu ini tidak logis. Tapi karena itu terjadi di hadapan saya dan saya pakai logika biasa, artinya ketika ada pasien harus dioperasi. (Namun anehnya) setelah operasi, paku masih terus muncul, operasi lagi dan terus muncul lagi," ungkapnya.
"Akhirnya saya menyimpulkan bahwa ini kasus non medis. Itulah awal mula saya berpikir bahwa santet itu ada, sihir itu nyata," tambah dokter di Jogja itu.
Logikanya, menurut Sagiran, saat ada benda yang masuk di dalam tubuh, maka harus ada yang memasukkannya. Memang kata Sagiran, ada penyakit jiwa, di mana seseorang bisa memasukkan benda asing ke dalam tubuh. Tapi kasus Supiyati tidak demikian, ia datang ke UGD dalam keadaan pingsan dan tidak memasukkan benda tajam ke tubuhnya.
"Lebih dari 30 hari pasien pingsan. Ketika benda asing sudah masuk, ini orang sudah bukan dirinya. Dia akan dikendalikan oleh kekuatan lain atau dia diingini oleh orang yang mengirim menjadi apa, maksudnya koma, muntah, teriak, hingga mati. Tapi sekali lagi ini di luar kontrol dirinya," ungkapnya.
Jadi awal ketemu Sagiran, Supiyati sedang di IGD dengan kondisi tak sadarkan diri, kejang-kejang dan penuh paku. "Logikanya saya berpikir sebagai dokter biasa itu adalah kasus tetanus. Namun ternyata aneh, pakunya nancap, ada yang sebagian kelihatan dan ada yang harus dirongsen. Wah ini benda asingnya banyak banget, segera dioperasi," jelasnya.
Menurut Sagiran, bahasa medisnya tetanus itu adalah sepsis, kondisi berbahaya akibat respons tubuh terinfeksi benda asing. Dampaknya bisa koma hingga mati. "Langsung malam itu operasi, keluar 72 paku, karena dengan logika medis, ini akan bernanah dan infeksi akan semakin berat," ujarnya.
Ngerinya setelah berhasil dioperasi dan paku dikeluarkan, tubuh Supiyati justru kembali dipenuhi paku. Tubuh Supiyati tiba-tiba kejang dan teriak-teriak kembali. Setelah dirongsen ada pakunya lagi.
Baca Juga : Ini Sosok Para Pemain Ipar Adalah Maut
"Apa-apan ini. Siapa yang masukkan paku ini? Ya sudah saya simpulkan santet. Tiga malam berturut-turut saya operasi. Keluarkam paku 72, lalu 12 dan 4. Dan setelah itu terus paku muncul," katanya.
"Bahkan luka bekas operasi yang ditutup perban juga bisa muncul paku dari dalamnya," imbuhnya.
Menurut Sagiran, saat proses penyembuhan selama 30 hari itu, Supiyati tidak sadarkan diri. Bahkan pasien kena santet itu tidak bisa menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Sagiran pun memutuskan bahwa penyakit Supiyati tak bisa disembuhkan dengan logika medis.
Dia pun memanggil perukyah untuk rukyah Supiyati. Dan akhirnya setelah lebih dari 30 hari, Supiyati dinyatakan sembuh. "Tandanya dia sembuh sudah bisa ibadah, bisa ngaji, baca Al Fatihah dan surat lainnya," pungkas Sagiran.
