Bersama Puluhan Bentor, LSM Gempur Dukung WWF Demi Kelestarian Sumber Air

17 - May - 2024, 09:27

Ketua LSM Gempur, M.A Junaidi bersama puluhan Abang becak Situbondo, gelar Aksi Damai, Guna amankan KTT WWF Bali. (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 Tahun 2024 di Pulau Dewata Bali, puluhan abang becak motor yang tergabung dengan LSM Gempur Situbondo menggelar aksi damai di sepanjang pantura mulai Jl. Basuki Rahmat menuju Alun- alun Kota Situbondo, Jum'at (17/05/2024).

Koordinator aksi, M.A. Junaidi mengatakan bahwa ia melakukan aksi damai guna ikut berpartisipasi dan antisipasi, karena saat ini sumber air sudah mulai terancam kelestariannya, selain itu banyak destinasi wisata khususnya pantai yang sudah tercemar begitu juga lautnya.

Baca Juga : Atasi Pencemaran Laut, Pemkab Situbondo Gandeng Nelayan Bersihkan Pantai

"Sumber air merupakan penyangga kehidupan, saat ini dunia bukan kekurangan air namun krisis air bersih, oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber air salah satunya buang sampah pada tempatnya dan jangan tebang pohon sembarangan," ujar Junaidi.

Selain itu, Junaidi menjelaskan jika dirinya bersama puluhan abang bentor melakukan aksi karena mendengar ada dua LSM terkenal yang membidangi lingkungan hidup diduga menentang dan akan menggagalkan acara KTT WWF yang akan digelar di Pulau Dewata Bali pada tanggal 18 - 25 Mei 2024.

"Aksi damai yang kami lakukan bersama puluhan abang becak di Situbondo yang juga ikut bergabung dengan lembaga kami yaitu LSM Gempur untuk ikut serta mendukung dan mengamankan jalannya pelaksanaan KTT WWF di Pulau Dewata Bali," ujarnya.

WWF sendiri sudah berusia sepuluh tahun berdiri dan Negara Indonesia sekarang dipercaya sebagai tuan rumah terselenggaranya musyawarah KTT WWF, yang akan dihadiri kurang lebih 150 kepala negara di dunia.

"Tentu dalam musyawarah ini akan membahas masalah yang sangat penting  terutama terkait keberadaan air dan pencemaran air yang berdampak terhadap destinasi wisata yang ada di dunia," ungkapnya.

Lebih lanjut Junaidi menegaskan, bahwa dirinya bersama ribuan anggotanya siap untuk mengamankan apabila ada oknum- oknum LSM yang ingin mengganggu dan membubarkan pelaksanaan KTT WWF di Bali, kami ini siap bertempur sampai titik darah penghabisan.

Baca Juga : 5 Tips Nonton Timnas Indonesia Secara Langsung Pertama Kali di GBK 

"Air ini merupakan salah satu kebutuhan pokok dan sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia, binatang dan tumbuh tumbuhan di dunia, oleh sebab itu, pelaksanaan musyawarah KTT WWF yang digelar di Bali jangan sampai diganggu, supaya musyawarah ini berjalan dengan aman, lancar dan sukses," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah agar tetap menjaga air ini supaya tetap bersih dan terhindar dari pencemaran dan polusi udara yang diakibatkan oleh tangan jahil manusia yang ada di bumi ini.

"Agar mata air ini tetap terjaga dengan baik dan bersih, hindari penebangan liar dengan menebang pohon- pohon sembarangan yang berakibat lahan menjadi tandus dan kering, serta jangan membuang sampah sembarangan di saluran air sungai dan laut, mari hijaukan lahan- lahan yang masih kering dan tandus, supaya Negara kita ini tetap subur, makmur dan sejahtera," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, World Water Forum, WWF, Situbondo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette