Aliran Banjir Lahar Semeru Meningkat, Getarannya Hingga Lebih dari 1 Jam

Reporter

Binti Nikmatur

24 - Apr - 2024, 02:19

Laporan pengamatan pada Selasa (23/4) periode 12.00-18:00 WIB, terekam 1 kali getaran dengan amplitudo 10 mm. (Foto: X @info_semeru)


JATIMTIMES - Hujan lebat yang terjadi di kawasan Semeru sejak Selasa (23/4) pukul 16.00 mengakibatkan naiknya aliran lahar Gunung Semeru. Update paling anyar, getaran aliran banjir lahar Semeru hingga lebih dari 1 jam. 

Seperti diunggah oleh akun Instagram @info_semeru, untuk pengamatan pada Selasa (23/4) periode 12.00-18:00 WIB, terekam 1 kali getaran dengan amplitudo 10 mm. 

Baca Juga : Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Blitar Meningkat, 7 Anak Meninggal

"Getaran Banjir/Lahar Hujan terekam 1 kali dengan amplitudo 10 mm, durasi 4002 detik," demikian penjelasan akun @info_semeru. 

Sebelumnya, akun tersebut juga mengimbau agar masyarakat yang melintas jalur piket nol Lumajang-Malang maupun sebaliknya untuk berhati-hati. Sebab hujan sedang hingga lebat di kawasan tersebut telah terjadi sejak pukul sore. 

"Mohon hati² dan waspada buat para pegguna jalan yang melewati jalur piket nol Lumajang - Malang maupun sebaliknya, saat sedang turun hujan, dikarenakan jalur tersebut rawan longsor dan pohon tumbang. Tks," imbau info_semeru. 

Cuaca di sekitar Gunung Semeru, Lumajang update pukul 16.00 WIB. (Foto: X @info_semeru)

Cuaca hujan lebat di sekitar Gunung Semeru, Lumajang update pukul 16.00 WIB. (Foto: X @info_semeru)

Dengan mulai masuknya musim pancaroba (peralihan musim hujan ke musim kemarau), relawan juga mengimbau kepada warga dan pengguna jalan, agar lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalur jalur piket nol Lumajang - Malang. 

Untuk diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, ada empat aliran sungai yang berisiko dilewati aliran lahar Semeru. Keempat daerah aliran sungai (DAS) yang dimaksud adalah Sungai Besuk Kobokan, Besuk Lengkong, Besuk Kembar, dan Besuk Bang. 

Sementara itu, banjir lahar Gunung Semeru biasanya terjadi karena hujan yang deras dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan aliran air sungai tersebut meningkat. 

Baca Juga : Viral, Mobil Pribadi Nekat Nyemplung di Jalur Jip Lava Tour Merapi 

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya banjir lahar dingin di kaki Gunung Semeru Lumajang terjadi pada Kamis (18/4). Banjir telah menerjang beberapa desa yang tersebar di sembilan kecamatan dan memporak-porandakan infrastruktur seperti jembatan, jalan ataupun beberapa fasilitas umum.

Banjir lahar dingin yang dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah Gunung Semeru menyebabkan meluapnya debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo, DAS Mujur, dan DAS Glidik di Kabupaten Lumajang.

Sembilan kecamatan di Lumajang yang terdampak banjir di antaranya Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Lumajang, Sukodono, Sumbersuko, Pasrujambe, Padang, dan Tempeh.

Akibat kejadian bencana itu, tiga korban meninggal dunia yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Di antara beberapa korban adalah satu warga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kecamatan Pronojiwo dan dua warga meninggal dunia akibat terbawa arus lahar dingin Semeru di Kecamatan Candipuro. 


Topik

Peristiwa, Gunung Semeru, aliran lahar dingin, jalur Malang Lumajang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette