Waspada DBD, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Nurlayla Ratri
28 - Mar - 2024, 08:39
JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya. Hal itu mengingat ada 156 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang tercatat.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan bahwa perubahan cuaca yang tak menentu mengakibatkan munculnya sejumlah potensi penyakit, termasuk demam berdarah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dianggap sangat penting agar kesehatan lebih terjaga.
Baca Juga : 28 Maret, Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Diprakirakan Terjadi di Sebagian Besar Jatim
Husnul pun menjelaskan bahwa jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala panas tinggi, gangguan pencernaan, gusi berdarah atau mimisan, dapat langsung dirujuk ke Puskesmas Pembantu atau langsung ke Puskesmas.
Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dapat melayani orang dengan gejala demam berdarah pada tingkat puskesmas pembantu. Bahkan, jika kondisinya membutuhkan penanganan lebih, dapat langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.
“Ada 16 Puskesmas dan 33 Puskesmas Pembantu. Kami juga ada 500 Posyandu,” ungkap Husnul kepada awak media.
Dijelaskan Husnul, faktor kebersihan memang sangat mempengaruhi habitat tumbuh kembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti. Jentik nyamuk juga dapat berkembang biak pada genangan air.
Selain itu, faktor mobilisasi warga juga mempengaruhi. Karena menurut Husnul, warga yang keluar dan masuk ke Kota Malang bisa saja membawa penyakit tersebut. Sebab, penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk. Jika tidak ditangani segera, pengidap demam berdarah bisa meninggal dunia.
“Kami aktifkan sosialisasi aktif kepada masyarakat dalam upaya mengurangi adanya kasus-kasus demam berdarah. Kalau fogging pilihan terakhir karena ada beberapa syarat. Satu adanya permohonan dari wilayah setempat. Kedua, teman-teman akan mengadakan survei pemantauan bebas jentik. Berapa rumah yang memang ada jentiknya. Lalu disimpulkan kasus penyakitnya dan pemantauan bebas jentiknya,” urai Husnul.
156 kasus DBD di Kota Malang menurut Husnul masih dalam kondisi sedang, meski bisa dikatakan telah mengarah ke tinggi.
Meski ada satu kejadian meninggal dunia, Husnul mengaku bahwa hal itu tak membuat Kota Malang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti tahun sebelumnya.
Baca Juga : Mau Beli HP Jelang Lebaran? Simak Tips Beli HP Online Ini Agar Belanja Aman
Menurut Husnul, suatu daerah dikatakan KLB jika telah terjadi peningkatan kasus yang cukup tajam, bahkan hingga sampai 10 kali lipat dibanding periode yang sama. Dan saat ini, kondisi di Kota Malang tidak terjadi peristiwa kenaikan signifikan dibanding tahun dan bulan yang sama pada 2023.
“Memang tingginya itu Maret hingga April. Ya masuk kategori sedang tidak terlalu tinggi. Kalau meninggal tidak masuk KLB. KLB itu peningkatan kasus secara drastis. Mungkin tahun kemarin di bulan yang sama, ada kenaikan hingga 10 kali lipat. Itu bisa masuk kategori KLB,” beber Husnul.
Pada triwulan pertama tahun 2023 lalu, terdapat 151 kasus DBD di Kota Malang. Jika dibanding triwulan pertama tahun ini, memang telah terjadi peningkatan.
Pada tahun 2022, dokumen laporan kesehatan Kota Malang terdapat 569 kasus DBD. Dengan rincian 300 laki-laki dan 269 perempuan yang tersebar dalam 16 wilayah di Puskesmas.
Dan tahun 2022 itu merupakan kasus tertinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Dalam hal ini masyarakat diminta benar-benar waspada dengan potensi keterjangkitan demam berdarah. Jika tidak ditangani dengan baik, pengidap demam berdarah bisa meninggal dunia.
