Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan selama Ramadan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

09 - Mar - 2024, 02:35

Ilustrasi sakit perut saat berpuasa. (Foto dari internet)


JATIMTIMES - Salah satu aspek yang memerlukan perh2atian khusus dalam kelancaran puasa adalah kesehatan pencernaan. 

Perihal kesehatan pencernaan ini memang masalah krusial karena sistem organ ini paling terdampak kinerjanya. Sebab, sepanjang hari mulai dari imsak di pagi hari hingga waktu buka di petang hari tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman.

Baca Juga : Deretan Pekerjaan Diprediksi Punah, Harus Siap Ganti Profesi

Jadi sudah jelas bahwa ada potensi penyakit dari perubahan pola makan yang dapat mengganggu jalannya puasa. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips untuk mewujudkan pencernaan sehat saat puasa yang telah dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Makan makanan berserat saat sahur dan berbuka

Menurut Maria Adams MS MPH RD, seorang ahli diet dari Amerika Serikat, makan makanan berserat dapat membantu pencernaan dalam kondisi sehat saat puasa.

Adams juga menambahkan makanan kaya serat dapat membantu mencegah atau mengobati berbagai kondisi pencernaan, seperti sembelit, wasir, dan radang usus besar.

Selain itu, banyak makan makanan berserat ketika puasa bisa membantu mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Pilihlah makanan yang kaya serat seperti biji-bijian, sayuran, kacang polong, dan buah-buahan yang dapat memelihara kesehatan sistem pencernaan.

Batasi makan makanan berlemak

Salah satu cara untuk menjaga pencernaan sehat saat puasa adalah dengan membatasi asupan makanan berlemak saat sahur dan berbuka.

Secara umum, makanan berlemak cenderung memperlambat proses pencernaan makanan, serta membuat kita lebih rentan mengalami sembelit.

Sebetulnya, makanan berlemak juga penting untuk tubuh menyimpan cadangan energi, tapi lebih baik imbangi dengan makanan tinggi serat yang bisa mempermudah proses mencerna lemak dan makanan lainnya.

Minum air cukup

Untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehatsaat puasa, kita tetap perlu minum air sebanyak 2 liter per hari.

Sama halnya apabila tubuh kurang makan makanan berserat, sedikit atau kurang minum air bisa menyebabkan masalah pencernaan. BAB tidak teratur atau sembelit, misalnya.

Baca Juga : Kunjungi Banyuwangi, Menko PMK Muhadjir Effendy Sinergikan Kebijakan dengan BPJS Ketenagakerjaan

Usahakan minum 2 gelas air saat sahur, 4 gelas air setelah salat tarawih, dan terakhir 2 gelas sebelum atau sesudah sahur. Dengan cara seperti itu, kita akan tetap terhidrasi dan terhindar dari masalah pencernaan.

Makan makanan probiotik

Makanan atau minuman probiotik seperti yoghurt atau kimchi, mengandung bakteri baik yang menguntungkan bagi usus manusia. Bakteri baik ini, biasanya digunakan untuk mencegah dan meringankan masalah usus.

Dengan makan makanan probiotik, kita dapat melancarkan masalah sembelit dan membuat makanan lebih cepat dicerna oleh tubuh. Para ahli menyarankan untuk makan atau minum suplemen probiotik saat puasa di waktu berbuka untuk menormalkan pergerakan usus besar.

Kurangi dan hindari stres

Salah satu penelitian mengatakan bahwa stres bisa memengaruhi kesehatan pencernaan, khususnya usus. Para peneliti berpendapat bahwa stres bisa membuat usus meradang yang akan mengganggu sistem saraf parasimpatis yaitu sistem yang berfungsi untuk mengontrol gerakan usus.

Maka dari itu, hindari berbagi hal berbau stres yang bisa mengancam kesehatan pencernaan saat berpuasa.

Usahakan Tetap Berolahraga Secara Rutin

Olahraga merupakan kebiasaan baik yang perlu kamu lakukan secara rutin, bahkan selama bulan puasa. Ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dari berolahraga secara rutin, lho!

Salah satunya adalah membantu menjaga kesehatan pencernaan saat puasa. Aktivitas fisik tersebut membuat usus kamu bergerak sehingga membantu melancarkan pencernaan. Olahraga juga membantu mengelola gejala iritasi usus.


Topik

Kesehatan, Kesehatan pencernaan, Ramadan, puasa, tips sehat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette