Wisatawan ke Jatim Cuma Bertahan Sehari, Tingkat Penghunian Hotel Turun

08 - Mar - 2024, 12:11

Data Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Jatim. (BPS Jatim)


JATIMTIMES - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Timur (Jatim) mengalami penurunan pada periode Januari 2024. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebut, penurunan tersebut terjadi pada hotel berbintang maupun hotel non-bintang.

Dikutip pada Kamis (7/3/2024), BPS Jatim mencatat bahwa TPK hotel berbintang bulan Januari 2024 sebesar 45,02 persen. Capaian tersebut terbilang turun 17,75 poin jika dibandingkan TPK bulan Desember 2023 sebesar 62,77 persen. 

Baca Juga : Terima Sejuta Dosis Vaksin PMK dan 250 Ribu Dosis Vaksin LSD, Upaya Strategis Pemprov Jatim Kendalikan Penyakit Ternak

Angka TPK ini berarti pada bulan Januari 2024 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Jatim, maka setiap malamnya antara 45 hingga 46 kamar telah terjual. 

"Angka TPK tersebut lebih rendah 1,05 poin dibandingkan angka TPK hotel berbintang pada bulan Januari 2023," tulis BPS.

Sementara itu, untuk TPK hotel non bintang pada bulan Januari 2024 tercatat sebesar 23,39 persen. Angka tersebut turun 6,58 poin dibandingkan TPK bulan Desember 2023 yang mencapai 29,97 persen.

BPS menjelaskan, TPK merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi. Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar akomodasi laku terjual.

Turunnya TPK hotel di Jatim tak lepas dari adanya tren wisatawan yang hanya bertahan sehari ketika berwisata ke Jatim. Data BPS menyebut, rata-rata lama menginap di Jatim pada periode Januari 2024 hanya 1,41 hari.

Secara umum, rata-rata lama menginap tamu Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing, masing-masing sebesar 1,41 hari dan 1,58 hari. Adapun rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel klasifikasi bintang di Jatim bulan Januari 2024 mencapai 1,58 hari atau mengalami penurunan sebesar 0,61 poin jika dibandingkan dengan bulan Desember 2023.

Baca Juga : Nyepi, Aktivitas Wisata di Gunung Bromo Ditutup Total Selama 2 Hari

Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, Januari 2023, rata-rata lama menginap bulan Januari 2024 mengalami penurunan sebesar 0,93 poin.

Sebelumnya diberitakan, BPS Jatim menyebut pada bulan Januari 2024 jumlah kunjungan turis asing ke Jatim melalui pintu masuk Juanda sebanyak 17.196 kunjungan. Sedangkan jumlah turis asing pada Januari 2023 sebanyak 10.777 kunjungan.

Dengan capaian tersebut, maka secara tahunan year on year (y-on-y), terdapat kenaikan jumlah kunjungan wisman sebanyak 6.419 kunjungan atau 59,56 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2023 (m-to-m), kunjungan wisman ke Jatim pada Januari 2024 terbilang lebih sedikit.

Hal ini tak lepas dari fenomena libur akhir tahun yang selalu dimanfaatkan para turis untuk berlibur. BPS Jatim mencatat, kunjungan turis asing ke Jatim pada Januari 2024 mengalami penurunan sebesar 26,02 persen dibandingkan dengan kondisi pada bulan Desember 2023 yang mencapai 23.244 kunjungan.


Topik

Wisata, bps jatim, tingkat penghunian hotel, hotel jatim, wisatawan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette