STIE Malangkucecwara Ajak Guru Sekolah Manfaatkan AI dalam Pembelajaran
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
07 - Jan - 2024, 12:16
JATIMTIMES - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengajak para guru dari SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen Singosari untuk mempelajari Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Kepala LPPM STIE Malangkucecwara Dra. Siti Munfaqiroh, MSi menyampaikan, bahwa kegiatan pada hari ini merupakan program pengabdian masyarakat yang bertajuk "Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran" dengan narasumber dari Universitas Negeri Malang (UM) yakni Andi Basuki, S.Pd.,M.Pd.
"Agenda kita hari ini workshop pemanfaatan AI untuk pembelajaran, bersama dua komunitas sekolah yang hadir yakni SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen Singosari. Pesertanya masing-masing 10 orang dari dua sekolah," ujar Munfaqiroh, Sabtu (6/1/2024).
Akademisi perempuan yang saat ini sedang proses menyelesaikan program doktoralnya di salah satu kampus di Kota Malang ini menuturkan, bahwa program pengabdian masyarakat dengan melibatkan para guru dari SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen ini merupakan wujud dari implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.
Dalam menjalankan pengabdian sebagai wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, STIE Malang Kucecwara memiliki 12 mitra kerja untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat di berbagai sektor. Untuk sektor pendidikan, ada SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen Singosari.
"Makanya sama-sama kita berikan kesempatan ke mereka para tenaga pengajar dari SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen Singosari untuk mengikuti workshop," tutur Munfaqiroh.
Menurutnya, meskipun para guru yang dilibatkan dalam workshop hanya 10 dari masing-masing sekolah, namun pihaknya berharap ilmu yang telah diserap oleh para guru dapat ditularkan ke rekan guru lainnya di sekolah masing-masing. Terlebih lagi, selain materi yang diberikan secara teori, para peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan pengoperasian AI di laptop masing-masing yang telah dibawa.
"Karena ini workshop yang sekaligus praktik agar fokus, diharapkan ke depannya bisa digetok tularkan ke teman-teman di sekolahnya masing-masing," kata Munfaqiroh.

Sementara itu, disinggung mengenai seberapa penting AI untuk pemanfaatan pembelajaran, Munfaqiroh mengatakan bahwa saat ini dunia telah berubah dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
"Sampai di perguruan tinggi itu ada satu mata kuliah yang disebut dengan manajemen perbuahan. Semua berubah, yang tidak berubah ya perubahan itu sendiri," ujar Munfaqiroh.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah masuk di berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam aspek pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya teknologi AI yang semakin mempermudah pekerjaan seseorang hingga menjadi lebih efisien dan efektif.
"Kali ini kita fokusnya di pendidikan. Ke depan kita juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Para guru juga butuh untuk keperluan penelitian. Karena aplikasi yang ditawarkan dengan dukungan AI sangat banyak dan beragam," imbuh Munfaqiroh.
Terlebih lagi, menurutnya saat ini para murid di tingkat sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas sudah canggih dalam mengoperasikan sebuah teknologi baru. Salah satu contohnya AI.
"Kita tidak bisa menghindari perubahan teknologi ini. Para guru bertugas mengetahui, memanfaatkan sekaligus juga mengarahkan anak-anak didik di kelas untuk memahami AI," beber Munfaqiroh.
Lebih lanjut, pihaknya berharap para guru dari SMKN 2 Malang dan MTs El Jasmeen dapar semakin memahami dan mengoperasikan teknologi AI dengan bijak untuk pembelajaran di masing-masing kelas.
"Kami berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Kita terbuka. Jangan kapok dengan perubahan. Karena ke depan akan selalu berubah, akan selalu berubah," pungkas Munfaqiroh.
