Rentetan Gempa di Sumedang Rusak Puluhan Rumah
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
01 - Jan - 2024, 05:12
JATIMTIMES - Gempa bumi mengguncang Sumedang hingga tiga kali pada Minggu (31/12/2023). Gempa yang terjadi lantaran adanya sesar belum terpetakan tersebut, merusak puluhan rumah. Dilaporkan juga sebanyak tiga warga menderita luka ringan terkena reruntuhan bangunan akibat gempa.
Hingga Senin (1/1/2024), kata kunci "bmkg gempa sumedang" menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang mencaritahu keadaan pasca rentetan gempa di Sumedang.
Baca Juga : Malam Tahun Baru, Kapolres Ingatkan Tetap Waspada Sebaran Covid-19
Dalam video yang diunggah akun X @eddyroyadi terlihat reruntuhan genteng rumah berjatuhan ke lantai. Terlihat juga reruntuhan dinding rumah berserakan di lantai.
Di video lainnya juga terlihat beberapa orang terluka berada di luar ruangan. Tampak juga ada polisi yang berjaga di area kerumunan masyarakat tersebut.

Momen saat pasien RSUD Sumedang dievakuasi pasca gempa. (Foto: X/@eddyroyadi)
Menurut Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman, daerah terdampak gempa yang paling parah tersebar di beberapa wilayah, antara lain Babakan Hurip, Tegalsari dan Cipameungpeuk.
“Untuk di Tegalsari dan Cipameungpeuk ada beberapa rumah terdampak retak, sedangkan untuk Babakan Hurip ada 53 rumah,” kata Herman, dikutip Antara, Senin (1/1/2024).
Herman juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mendirikan tenda sementara. Khususnya untuk masyarakat yang rumahnya mengalami retak.
“Kami mengevakuasi warga yang rumahnya retak dan kami sudah bangun beberapa tenda yang kami tempatkan di tenda tersebut hingga petugas melakukan assessment,” katanya.
Lebih lanjut Herman memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat bencana gempa di Sumedang tersebut. Namun terdapat tiga orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial beberapa pasien berada di luar ruangan tersebut adalah kondisi pasien di RSUD Sumedang. Di mana pihak rumah sakit pada saat kejadian melakukan evakuasi seluruh pasien ke luar gedung. Pasalnya ada beberapa titik bangunan yang retak dan membahayakan pasien apabila terjadi gempa susulan.
Baca Juga : Meriahkan Pergantian Tahun, Amerta Gelar Adapesan Merayakan Tahun Baru
“Sehingga 248 pasien rawat inap dan 83 pasien UGD sudah kami evakuasi dan telah dibangun lima tenda di area rumah sakit,” kata Herman.
Hingga kini pihaknya masih menunggu arahan BPBD untuk memastikan kapan pasien untuk dapat kembali ke ruangannya masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi tiga kali gempa bumi dangkal terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjelang Tahun Baru 2024.
Gempa pertama terjadi sekitar pukul 14.35 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,1. Guncangan pertama berlangsung di 1 kilometer timur laut Sumedang dengan kedalaman 7 km. Gempa juga terasa hingga Kabupaten Garut, Kota Bandung, serta Kabupaten Subang.
Sementara itu, gempa kedua terjadi sekitar pukul 15.38 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di darat 3 km Timur Laut Kabupaten Sumedang dengan kedalaman 6 km.
Untuk gempa ketiga terjadi sekitar pukul 20.34 WIB dengan kekuatan gempa Magnitudo 4,8. Pusat gempa berada di darat 5 km Barat Laut Kabupaten Sumedang dengan kedalaman 10 km.
