Skrining Riwayat Kesehatan Penting Dilakukan untuk Deteksi Dini Risiko Penyakit

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

05 - Dec - 2023, 02:13

Layanan skrining kesehatan untuk deteksi dini risiko penyakit. (Foto: Dok. Humas BPJS Kesehatan KCU Malang)


JATIMTIMES - Skrining riwayat kesehatan penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyakit. Selain itu, skrining riwayat kesehatan juga merupakan salah satu bentuk program promotif dan preventif dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Malang dr. Roni Kurnia Hadi Permana MMRS AAK menyampaikan, BPJS Kesehatan memberikan fasilitas kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri yang dapat dilakukan dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN. Selain itu, skrining riwayat kesehatan juga dapat dilakukan melalui laman https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/. 

Roni menuturkan, melalui layanan ini, peserta JKN tidak perlu bingung untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Terlebih lagi, skrining bagi peserta JKN yang telah berusia 15 tahun dapat melakukan skrining riwayat kesehatan untuk mengetahui tingkat risiko terhadap beberapa penyakit.  

"Mulai diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner dan ginjal kronis. Skrining riwayat kesehatan ini dapat dilakukan rutin sekali setiap tahun," ujar Roni. 

Pihaknya menyampaikan, terdapat tiga kategori risiko dari skrining riwayat kesehatan, yaitu risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi. Peserta JKN yang melakukan skrining kesehatan dengan hasil risiko rendah, maka disarankan untuk menjaga pola hidup sehat, serta melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit per hari. 

Sedangkan hasil skrining riwayat kesehatan dengan risiko sedang dan tinggi akan diarahkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

"Jika dari hasil skrining riwayat kesehatan peserta JKN dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan, maka seluruh biaya akan dijamin oleh BPJS Kesehatan apabila sesuai indikasi medis," jelas Roni. 

Apabila peserta JKN melakukan skrining riwayat kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, akan diberikan 47 pertanyaan yang harus dijawab. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi aktivitas yang sering dilakukan dalam keseharian, riwayat penyakit peserta dan keluarga, maupun makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari oleh peserta. 

Jawaban yang diberikan oleh peserta JKN akan digunakan untuk mengetahui risiko kesehatan yang akan dialami oleh peserta JKN. Selain itu, peserta JKN juga akan diberikan saran terhadap hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah risiko-risiko tersebut. 

Skrining riwayat kesehatan untuk peserta JKN juga tidak terlepas dari peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). FKTP juga memiliki peranan penting sebagai gate keeper dan care coordinator untuk mengetahui potensi penyakit peserta JKN yang terdaftar di FKTP masing-masing. 

Roni menuturkan, saat akan mengakses pelayanan kesehatan di FKTP, peserta JKN akan ditanyakan dahulu oleh petugas, apakah sudah mengisi skrining riwayat kesehatan atau belum. 

"Jika peserta JKN sudah mengisi skrining riwayat kesehatan, maka peserta bisa melanjutkan pelayanan. Namun, apabila peserta belum mengisi, maka akan diarahkan untuk mengisi skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu," terang Roni. 

Salah satu peserta JKN yang telah merasakan manfaat dari skrining riwayat kesehatan ini yakni Muhammad Husein Effendi (74). Peserta JKN yang terdaftar dalam segmen kepesertaan penerima pensiun swasta kelas 1 tersebut mengaku berhasil melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. 

Husein membagikan pengalaman berkesannya dalam mengakses pelayanan Program JKN. Menurutnya, BPJS Kesehatan telah memberikan kemudahan untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dengan kondisi kesehatan dan risiko penyakit yang mungkin saja dialaminya. 

"Skrining kesehatan lewat Aplikasi Mobile JKN sangat mudah, dan risiko penyakitnya dapat langsung kita lihat dari kesimpulan skrining riwayat kesehatan itu. Fitur pada Aplikasi Mobile JKN juga sangat banyak yang bisa kita manfaatkan, dan juga mudah cara mengoperasikannya," tandas Husein.
 


Topik

Kesehatan, bpjs kesehatan, bpjs kesehatan malang, skrining kesehatan, aplikasi mobile jkn,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette