Ratusan Murid Salah Satu SMAN di Situbondo Datangi Kantor DPRD
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Yunan Helmy
29 - Aug - 2023, 08:06
JATIMTIMES - Ratusan murid dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Panji, Kabupaten Situbondo, mengunjungi Kantor DPRD Situbondo, Selasa (29/8/2023). Bukan untuk berdemo, tapi guna mengimplementasikan pendidikan demokrasi yang merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
Kedatangan ratusan siswa SMAN 1 Panji tersebut disambut langsung oleh anggota DPRD. Di antaranya, Sahlawi (ketua Komisi IV), Hadi Priyanto (ketua Komisi I), Ahmad Busairi (anggota Komisi III), dan Ningsih (anggota Komisi II).
Baca Juga : 18 Tersangka Narkoba di Jombang Diringkus Polisi, Kasus Pil Koplo Mendominasi
Kepala Sekolah SMAN 1 Panji Gatot Dwi Pujihandoko mengungkapkan, kegiatan kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang prkatik berdemokrasi di masyarakat, khususnya DPRD.
"Bentuk implementasi Kurikulum Merdeka adalah siswa tidak hanya belajar teori, namun juga bagaiamana praktiknya di kehidupan sehari-hari. Nah salah satunya adalah dengan mengunjungi DPRD Situbondo dengan tema Suara Demokrasi," ungkap kasek SMAN 1 Panji.
Selain itu, Gatot megatakan ini merupakan terobosan baru dan pertama SMAN 1 Panji mengadakan kunjungan belajar dalam hal ini ke DPRD setempat. Tujuannya untuk mengajari siswa bagaiamana mekanisme pengambilan keputusan, menyampaikan pendapat serta menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah.
"Walaupun di lingkungan sekolah sudah ada praktik berdemokrasi, salah satunya pemilihan ketua kelas dan OSIS, namun untuk lingkup bermasyarakat, kami baru pertama membuat trobosan mengajak murid untuk belajar langsung ke ahlinya, yaitu para anggota DPRD," imbuhnya.
Gatot berharap kunjungan tersebut dapat membuat siswanya paham cara berdemokrasi yang baik seperti apa dan cara menyampaikan aspirasi yang benar seperti apa. "Harapannya siswa bisa paham dan tidak kaget ketika berdemokrasi di masyarakat. Sehingga siapa tahu suatu saat mereka dihadapkan pada situasi tertentu, mereka sudah paham bagaimana caranya mengambil keputusan dan menyampaikannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso-Situbondo Drs. Slamet Riyadi MPd mengapresiasi giat yang dilakukan oleh SMAN 1 Panji tersebut. Dia mengungkapkan selama menjabat sebagai kacabdindik wilayah Bondowoso-Situbondo, ini merupakan sekolah pertama yang melakukan praktik langsung berdemonkrasi ke DPRD.
"Saya sangat apresiasi kepada apa yang dilakukan SMAN 1 Panji. Ini merupakan ciri keberhasilan Kurikulum Merdeka ditandai dengan pemimpinnya harus komitmen dan ini sudah dilaksanakan oleh kepala sekolah SMAN 1 Panji," ungkapnya.
Lebih lanjut, Slamet Riyadi menjelaskan dalam Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dan ketiga sudah dijalankan oleh SMAN 1 Panji.
Baca Juga : Narasi Penangkapan Buron Kasus Korupsi Dana Desa Jadi Polemik, Polres Malang Berikan Klarifikasi
"Ini merupakan pendidikan aksi nyata tentang bagaimana siswa berkehidupan bermasyarakat. Jika di sekolah siswa diajarkan banyak pelajaran, maka kokurikuler merupakan implementasi nyata dari pelajaran yang diberikan oleh siswa," tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ningsih -anggota Komisi II DPRD dari Fraksi Partai PDIP- merasa senang kedatangan siswa-siswi sekolah tersebut. Bahkan saat menjadi salah satu fasilitator tentang penguatan profil pancasila, dia mengatakan siswa sangat aktif dalam bertanya.
"Sengan penguatan profil Pancasila, diharapkan siswa mempunyai rasa memiliki terhadap negaranya. Selain itu, menanamkan sikap perilaku yang sesuai dengan pancasila kepada siswa baik sebagai pelajar maupun sebagai warga negara yang baik," jelas politisi perempuan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Masih di Kantor DPRD Situbondo, Tamara -salah satu siswa kelas XI SMAN 1 Panji- mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Kantor DPRD Situbondo. Dirinya mengatakan banyak hal baru yang bisa diadapatkan dari penjelasan para anggota dewan.
"Senang sekali. Baru kali ini tahu dalamnya Kantor DPRD. Tadi diajari bagaimana berdemokrasi, diajari tentang pemilu dan menjadi politisi," ujarnya.
