Tradisi Unik di Kota Malang, Hewan Kurban Diarak bak Karnaval sebelum Disembelih
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
29 - Jun - 2023, 02:41
JATIMTIMES - Ada berbagai momen unik dalam perayaan Hari Raya Iduladha. Termasuk di Kota Malang. Salah satu tradisi unik itu yakni arak-arakan kambing kurban sebelum disembelih.
Tradisi unik itu dilakukan di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan diketahui tradisi turun-temurun tersebut sudah berjalan sejak tahun 1978.
Baca Juga : Sambut Iduladha 1444 Hijriah, Perumda Tugu Tirta Bagikan Puluhan Hewan Kurban
Salah satu warga Kelurahan Sukoharjo Anang Fadilah Fanani menjelaskan bahwa awalnya tradisi arak-arakan kambing hanya diselenggarakan di dalam perkampungan. Namun kini sudah sampai ke jalan raya.
“Arak-arakan kambing keliling itu kita lakukan hanya di dalam kampung gitu awalnya. Tidak sampai ke jalan-jalan. Ramainya dulu juga tidak terlalu,” kata Anang.
Pada tahun 2015, para pemuda kampung tergerak untuk mengemas tradisi unik itu yang lebih modern dan menarik. Saking meriahnya, kegiatan ini hampir menyerupai karnaval.
“Jadi, dari masa ke masa kan zaman semakin berubah. Sama anak-anak muda dikreasi, semacam karnaval tapi ngaraknya kambing gitu. Rute kelilingnya juga sampai keluar ke jalan-jalan,” beber Anang.
Setahun berikutnya, modernisasi perayaan momen Hari Raya Iduladha itu semakin menarik. Para pemuda mendokumentasikan momen tersebut dengan kamera hingga drone.
“Kemudian tahun 2016 semakin maju lagi dengan didokumentasikan menggunakan drone hingga membuat kaus biar terlihat seragam ketika digunakan warga kampung saat mengarak kambing,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Sukoharjo, Alif, menyampaikan, untuk arak-arakan kambing di kampungnya, Kidul Pasar, tak jauh berbeda dengan daerah lain.
Baca Juga : Polemik Hewan Kurban Dewi Perssik Ditolak Ketua RT, Polisi: Kita Cari Sumber Terkait biar Tidak Simpang Siur
Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa akan membawa kambing satu per satu dan membawanya berkeliling. Saat berkeliling, panitia telah menyiapkan beberapa pernak-pernik untuk menambah euforia seperti spanduk hingga flare.
“Di lingkungan kami ini memang dominan dengan pemuda suporter bola. Oleh karena itu, kami berkreasi dengan membuat spanduk, flare dan smoke ala suporter bola,” terang Alif.
Menurut Alif, tradisi arak-arakan kambing keliling kampung pada Hari Raya Iduladha ini memiliki tujuan untuk membuat hewan kurban, baik sapi atau kambing, segar dan darahnya keluar dengan lancar saat dilakukan penyembelihan.
“Ini sebenarnya adalah syiar dari tetua agama kami dan sudah dilakukan sejak dulu hingga sekarang,” ungkap Alif.
