Dua Pendekar Mabuk di Tulungagung Ditangkap karena Penganiayaan di Pantai Sine
Reporter
Anang Basso
Editor
A Yahya
09 - May - 2023, 01:40
JATIMTIMES - Polisi mengamankan oknum pesilat yang diduga melakukan penganiayaan di Tulungagung. Dua orang pelaku penganiayaan dengan inisial FF (20) dan DS (19), keduanya adalah warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.
Kedua pelaku bersama rekan-rekannya melakukan penganiayaan terhadap korban inisial RN (17) warga Kecamatan Kalidawir, pada Jum’at (28/4/2023) pukul 16,00 Wib, lalu.
Baca Juga : Halal Bihalal Bersama Pendekar Kebersihan, Wali Kota Kediri Tekankan Jaga Kebersihan Kota Kediri
Kejadian ini tepatnya di pinggir Pantai Sine, Desa Kalibatur.
Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, melalui Kasihumas Iptu Moh Anshori, membenarkan telah mengamankan 2 orang oknum pesilat yang melakukan penganiayaan ini. "Benar, kita berhasil mengamankan terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka," kata Anshori, Senin (8/5/2023).
Pelaku sendiri menurut Anshori diamankan di rumahnya masing-masing. "Keduanya diamankan karena melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang menggunakan simbol perguruan lain secara bersama sama di Pinggir Pantai Sine," ujarnya.
Lanjutnya, berawal dari para pelaku dari salah satu perguruan melakukan minum-minuman keras di pinggir pantai Sine. "Kemudian para pelaku saat mengetahui korban sedang berfoto-foto di pinggir pantai dengan menggunakan kelompok lain, menghampiri dan langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama," ungkapnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan dari penangkapan ini antara lain Hasil Visum et Repertum dan 1 balok kayu. Atas perbuatanya para pelaku dijerat dangan pasal 170 KUH Pidana dan dilakukan penahanan di Rutan Polres Tulunagung
Baca Juga : Sudah Lima Bulan, Pelaku Penganiayaan di Panceng Gresik Belum Ditangkap
Atas kejadian ini pula, Kasihumas Polres Tulungagung kembali menegaskan dan mengimbau agar warga perguruan janganlah mempunyai sifat fanatik yang berlebihan. “Tumbuhkanlah rasa persaudaraan dan jangan munculkan rasa kebencian, sejatinya kita semunya adalah saudara, berbeda perguruan silahkan tapi jangan munculkan permusuhan,”pungkasnya.
