Heboh Tupperware Terancam Bangkrut Karena Kesulitan Pendanaan, Netizen: Emak Pasti Galau
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
12 - Apr - 2023, 09:56
JATIMTIMES - Tupperware sebagai bisnis wadah kedap udara yang terkenal di dunia terancam bangkrut setelah 77 tahun berdiri. Kabar bangkrutnya wadah yang kerap disebut kesayangan emak-emak ini membuah heboh jagat maya hingga trending di mesin penelusuran Google dan Twitter.
Seperti diunggah akun Twitter @tanyakanrl, yang mengunggah kabar bisnis Tupperware terancam bangkrut.
Baca Juga : Catat, Begini Panduan Makan Sehat Saat Lebaran
"Yah kesayangan emak emak lebih dari anak sendiri bakalan gulung tikar ges," tulis keterangan akun tersebut.
Sontak unggahan itu pun ramai menyita perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang menceritakan pengalamannya menggunakan Tupperware.
"Ga adil woe generasi kedepan gk akan merasakan gmn rasanya cemburu ke Tupperware, gk akan ngerasain dimarahin gara" Tupperware ketinggalan di kls, gk akan ngerasain diomelin karna tutupnya mleyot, gk akan ngerasain deg" annya kalo Tupperware mleyot kepanasan," @owe***.
"Harus mengajari generasi muda sekarang buat hilangin tupperware, gpp kena bacok dikit. supaya gak gulung tikar," @AlphaKokOme**.
Hingga berita ini ditayangkan, Tupperware masih berada di tangga trending topik Twitter dengan 12,8 ribu cuitan.
Melansir laporan BBC News pada Rabu (12/4/2023) disebutkan bahwa meski ada upaya memperbaharui produknya dalam beberapa tahun terakhir dan memposisikan diri kembali ke audiens lebih muda, penjualan Tupperware gagal melesat.
Perusahaan Tupperware tercatat dalam sejarah menggemparkan pasar sebagai wadah kedap udara dan kedap air pada tahun 1950-an dan 1960-an.
Baca Juga : Sederet Fakta Rumor PHK Karyawan Kopi Kapal Api, Berikut Penjelasan Manajemen
Namun, model bisnis yang menggunakan individu sebagai penjual atau MLM, dinilai telah ketinggalan zaman untuk sementara waktu, dan telah ditinggalkan oleh warga Inggris pada 2003.
Saat ini, bos Tupperware mengakui bahwa tanpa pendanaan baru, perusahaan AS itu akan menghilang dari pasar alias bangkrut.
"Kami menggunakannya (Tupperware) sebagai kata benda, yang sangat tidak biasa untuk sebuah merek," kata Catherine Shuttleworth, pendiri firma analisis ritel Savvy Marketing.
"Saya pikir banyak anak muda akan terkejut bahwa ini adalah merek tersendiri," imbuh Catherine.
