Terompet Karakter di Jombang Ramai Dipesan, Perajin Raup Rp 25 Juta Sebulan
Reporter
Adi Rosul
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Dec - 2022, 01:06
JATIMTIMES - Pergantian tahun merupakan momen yang selalu ditunggu Supardi (60), seorang perajin terompet karakter di Jombang. Pasalnya, setiap tahunnya terompet buatan bapak dua anak ini selalu dibanjiri pesanan. Tahun ini saja, sebanyak 5.000 terompet ludes terpesan.
Supardi sudah sejak 1984 memproduksi terompet sendiri. Pengalaman membuat terompet itu ia dapat saat masih bekerja kuli bangunan di Surabaya. Kini, terompet buatan Supardi mulai banyak dikenal karena kualitas dan bentuknya yang unik.
Di dalam rumah sederhananya di Desa/Kecamatan Mojowarno, Supardi
Baca Juga : Kiai Marzuki Mustamar Dukung Tokoh NU Kota Malang Djoni Sudjatmoko Jadi Ketua KONI
terlihat sibuk dengan tumpukan kertas karton berbagai motif warna. Kertas karton ini adalah bahan dasar membuat bentuk terompet.
Untuk membuat terompet, Supardi dibantu oleh 2 anaknya. Kedua anak Supardi bertugas membentuk kertas karton menjadi bentuk karakter naga, kupu-kupu dan lebah. Sedangkan, alat untuk terompetnya sendiri langsung ditangani Supardi karena butuh keahlian khusus untuk membuatnya.
Supardi mengaku, pesanan terompet buatannya meningkat 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, sebanyak 5.000 terompet sudah dipesan para pelanggannya. Karena itu, bapak dua anak ini terpaksa menutup pesanan sejak awal bulan.
"Kalau tahun yang dulu pesanan paling banyak itu 2.500. Sekarang hampir 5.000 lebih. Saya menolak pesan-pesanan karena takut tidak mampu membuat. Karena ini kan kerajinan tangan," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Sabtu (17/12/2022).
Supardi mengatakan, banyaknya pesanan dikarenakan sudah tidak ada lagi perajin terompet di Jombang. Selain itu, terompet buatannya dinilai kuat, rapi dan memiliki bentuk berbagai karakter sehingga banyak diburu pelanggan setiap jelang tahun baru.
Baca Juga : 3 Mobil Hybrid yang Diprediksi Bakal Dapat Subsidi di 2023
"Pesanan datang paling jauh dari Bali, Surabaya juga lokal Jombang sendiri," tandasnya.
Terompet buatan Supardi ini dibandrol dengan harga yang tidak mahal. Untuk terompet kecil dengan karakter kupu-kupu dan lebah dibandrol seharga Rp 7 ribu. Sedangkan, terompet berukuran besar berbentuk karakter naga dijual seharga Rp 15 ribu saja.
"Sekarang peningkatan penghasilan itu kotor sekitar Rp 25 juta. Kalau tahun sebelumnya hanya Rp 10 jutaan," pungkasnya.(*)
