Warga Kota Malang Jadi Korban Aplikasi Phising, Kerugian hingga Jutaan Rupiah
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
07 - Dec - 2022, 10:23
JATIMTIMES - Warga Kecamatan Sukun, Kota Malang baru-baru ini menjadi korban penipuan berkedok kurir paket. Bahkan, korban mengalami kehilangan uang jutaan rupiah.
Kejahatan siber yang menguras saldo tabungan korbannya melalui mobile banking juga terjadi di Kota Malang. Salah satunya, dirasakan oleh Ardi Maulana (21) yang mengaku juga menjadi korban kejadian serupa.
Baca Juga : Fitur Penting GB Whatsapp yang Perlu Diketahui
Ardi mengaku bahwa kejadian tersebut dialami pada 9 November 2022 lalu. Saat itu, dia dihubungi oleh nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai jasa ekspedisi. Dalam telepon tersebut, dia diminta untuk mendownload aplikasi yang telah dikirim pada WhatsApp.
“Modusnya tiba-tiba saya dihubungi ada paket, dan saya tidak merasa beli paket itu. Saya kira nyasar dan saya ditelepon terus. Dia bilang, aku cuma kurir. Saya disuruh download Apk yang dikirim penipu dan mengklik APK-nya,” kata Ardi, Rabu (7/12/2022).
Nahasnya, setelah mendownload aplikasi tersebut justru Ardi menerima notifikasi atau pemberitahuannya bahwa saldo tabungannya terkuras sebanyak Rp 3 juta. Padahal, Ardi mengaku tidak memberikan kode pin ATM yang dimilikinya.
“Dan terjadi ada notif di bank saya, kalau saldo saya tertransfer sebanyak Rp 3.000.000. Padahal saya enggak kasihkan kode pin ATM saya, tapi hilang uang saya,” kata Ardi.
Merasa ada yang janggal, Ardi kemudian melapor kepada bank. Saat itu ia diminta untuk menunggu selama 20 hari. Tapi setelah itu, ternyata pihak bank tidak bisa berbuat apa-apa.
“Sudah melapor ke bank tapi tanggapannya diminta menunggu 20 hari, pas sudah di hari ke 20, pihak bank tidak bertanggung jawab, saya minta tolong dilacak, mereka (pihak bank) enggak bisa,” ungkap Ardi.
Setelah itu, Ardi memutuskan untuk melapor kepada polisi. Tapi saat lapor ke Polsek Sukun, ia diminta untuk melapor ke Polresta Malang Kota.
“Udah ke kepolisian, cuma disuruh hati-hati katanya banyak yang kena tipu. Lapor ke polsek pas hari kejadian itu, dan disuruh melapor ke Polresta. Tapi saya belum sempat ada waktu,” beber Ardi.
Ardi pun mengaku kejadian seperti ini juga pernah dialami oleh rekannya. Beruntungnya, saldo tabungan dari temannya itu kosong sehingga tidak mengalami kerugian.
“Teman saya pernah ngalami, tapi pas saldo kosong, menurut teman saya dia sudah meretas banyak orang,” ujar Ardi.
Baca Juga : Bahaya dan Resiko Download Aplikasi GB WhatsApp
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga mengaku bahwa di Kota Malang memang marak terjadi kejahatan phising atau salah satu bentuk kejahatan digital yang dapat merugikan korbannya.
Bahkan, Satreskrim Polresta Malang Kota juga menerima beberapa laporan dari korban terkait kejahatan tersebut. Dan Bayu pun menjelaskan bahwa aplikasi phising yang dilaporkan itu terdiri dari berbagai macam cara dan bentuk.
“Bentuk link phising-nya berbeda-beda, seperti link phising-nya itu ada yang mirip platform bank, dan ada juga yang mirip platform e-commerce,” kata Bayu.
Saat ini, Satreskrim Polresta Malang Kota masih terus mendalami laporan dari para korban tersebut. Dan Bayu mengaku juga berupaya melakukan penyelidikan.
“Apakah sebelumnya korban ini seperti menang undian lalu dimintai beberapa data pribadi dan kemudian dikirimi link phising, ataukah korban hanya dikirimi link phising dan setelah diklik data pribadinya langsung hilang,” ujar Bayu.
Atas kejadian ini, Bayu meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada. Terutama ketika menerima kiriman link mencurigakan smartphone nya.
“Intinya, apabila menerima link yang mengatasnamakan instansi atau bank, lebih baik cek dahulu. Jangan langsung mengklik link tersebut. Segera konfirmasi ke pihak bank atau pihak instansi terkait untuk memastikan apakah benar telah mengirim link tersebut,” tutup Bayu.
