Berharap Bisa Beroperasi Kembali, Pedagang Pemotongan Unggas Pasar Sepanjang Berkomitmen Jaga Kebersihan
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Yunan Helmy
22 - Nov - 2022, 04:49
JATIMTIMES - Sejumlah pedagang pemotongan unggas di kawasan Pasar Sepanjang, Sidoarjo, mengajukan 5 poin komitmen kepada dinas tekait agar pasar unggas kembali diizinkan beroperasi.
Hal itu terjadi dalam pertemuan antara pedagang pemotong unggas dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Widiyantoro Basuki serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo Bahrul Amig Senin (21/11) sore tadi di kantor Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman.
Baca Juga : KEK Singhasari Resmi Kembangkan Sektor Pendidikan, Bupati Malang: Modal Besar Tingkatkan SDM
Dalam pertemuan tersebut, pedagang pemotongan unggas di Pasar Sepanjang telah mendapat imbauan dan beberapa arahan, baik dari DLHK dan Disperindag. Pada prinsipnya, aktivitas pemotongan unggas diharapkan bisa memperhatikan kondisi lingkungan dan kebersihan sekitar pasar.
Salah satu pedagang pemilik kios pemotongan unggas bernama H Imam (40) memaparkan di hadapan kedua kepala OPD bahwa pedagang rumah pemotongan unggas telah membuat lima komitmen terkait kebersihan area pasar.
Komitmen itu dibuat salah satunya untuk memastikan jika ke depan rumah-rumah warga tidak lagi terdampak limbah dari rumah pemotongan unggas Pasar Sepanjang.
Kelima poin komitmen telah disepakati bersama. Di antaranya adalah menutup saluran agar tidak langsung membuang ke sungai. Selain itu, limbah akan ditampung untuk dikelola sehingga tidak mencemari air sungai
"Kami jugaanggup menjalankan pengolahan limbah melalui IPAL kami konsisten menjalankan pengolahan limbah secara terus-menerus, dan kami akan melakukan pendekatan kepada warga untuk bisa menerima dan memaklumi ikhtiar kami," papar Imam yang ditemui pasca-pertemuan sore tadi, Senin (21/11/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, sehari pasca-ditutupnya pasar unggas karena dinilai limbahnya mencemari lingkungan warga, puluhan pedagang langsung melakukan aksi bersih-bersih dan menormalisasi sungai yang melintas di dua desa yang terkena dampak limbah pasar secara swadaya.
"Kami para pedagang juga berinisiatif membuat sumur resapan di belakang rumah pemotongan unggas untuk menampung limbah dari pemotongan unggas. Sehingga, limbah dapat tertampung dan tidak mengalir ke saluran air yang berada di rumah-rumah warga," ungkapnya.
Baca Juga : Sempat Diguyur Hujan Deras, Nobar Piala Dunia Bareng Bupati Jember Tetap Seru
Sementara itu, Kadisperindag Widiyantoro Basuki menegaskan bahwa hingga saat ini langkah normatif menghentikan sementara aktifitas pasar unggas masih akan berlangsung hingga didirikannya IPAL atau ada solusi dari beberapa pihak.
"Jadi, masih dikordinasikan dengan DLHK, karena pengolahan limbah itu kan harus ada standar. Untuk teknisnya, biar DLHK saja. Tapi sementara untuk tidak bersitegang berkepanjangan maka normatifnya saya hentikan untuk pemotongan unggas dulu," papar pria yang akrab disapa Wiwid tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pertemuan akan kembali dilakukan berkala. Hal ini agar secepatnya polemik pasar unggas yang ada di Pasar Sepanjang saat ini segera teratasi.
"Solusinya besok akan kita bicarakan, hari ini kita sudah terbukti tidak bau. Tapi kan permasalahannya masyarakat harus paham dan tau. Karena ini bicara teknis, kalau non-teknis dengan warga perlu adanya pendekatan terlebih dahulu," pungkasnya.
