Di Lumajang PMK Belum Juga Hilang, Bahkan Ada Yang Reinfeksi
Reporter
Riaman
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
09 - Sep - 2022, 01:12
JATIMTIMES – Upaya pencegahan penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan cara terus melakukan vaksinasi PMK.
Vaksinasi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Di Kabupaten Lumajang, sebelum Idul Adha atau awal Juli 2022 lalu sudah ada ribuan ekor sapi dapat tervaksin.
Baca Juga : Pasien Amputasi Ribuan Tahun Lalu Kerangkanya Ditemukan di Kalimantan
“Penyebaran PMK terbanyak pada sapi. Jadi vaksin ini dikhususkan untuk sapi terlebih dahulu, ” jelas dr. Rofiah Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).
Menurut Rofiah, DKPP Lumajang juga memberikan vitamin dan mineral selain dari vaksinasi, yang dananya diambilkan dari dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) pihak Kabupaten Lumajang dan Propinsi Jawa Timur.
"Virus PMK ini masih ada, bukan sudah hilang sama sekali. Dan ini dibuktikan dengan adanya sejumlah ternak yang mempunyai kaki masih merah. Ini yang kita sebut reinfeksi," jelas drh. Rofiah.
Reinfeksi, menurut drh. Rofiah masih banyak ditemui di lapangan. Ada juga yang berhasil disembuhkan, namun ada juga yang berujung dengan kematian sapi.
Baca Juga : Pasien Amputasi Ribuan Tahun Lalu Kerangkanya Ditemukan di Kalimantan
"Bahkan ada sapi yang mati milik pegawai bidang peternakan di kantotr DKPP Lumajang," tutur Rofiah kemudian.
Sementara untuk asuransi ternak sapi ternyata tidak mencover sapi yang mati karena wabah seperti PMK.
