2.048 Fakir Miskin Kota Batu Terima Zakat, Infaq dan Shodaqoh dari Baznas

Reporter

Irsya Richa

19 - Apr - 2022, 11:37

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat memberikan santunan kepada warga di Balai Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Selasa (19/4/2022).


JATIMTIMES - Sebanyak 2.048 fakir miskin di Kota Batu bakal menerima Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batu. Jumlah penerima zakat, infaq dan shodaqoh tersebut tercatat semakin menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Untuk penyaluran pertama mulai didistribusikan di Balai Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu kepada 135 orang penerima, Selasa (19/4/2022). Penyaluran diberikan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Rasa senang dan bersyukur pun terpancar dari wajah penerima.

Baca Juga : Penerapan Inpres Nomor 1 Tahun 2022, Peserta JKN-KIS Semakin Mudah Urus Surat Tanah

Punjul mengatakan, Baznas Kota Batu telah mengumpulkan zakat, infaq, shodaqoh dari ASN dilingkungan Pemkot Batu, instansi vertikal, BUMD, dan perorangan. Zakat, infaq, shodaqoh itu dilaporkan secara transparan kepada publik, lalu disalurkan kepada golongan-golongan yang berhak.

“Semoga kedepannya Baznas Kota Batu berkoordinasi dan bersinkronisasi dengan Pemerintah Daerah untuk pengumpulan dan penyaluran zakat,” ungkap Punjul.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Batu, Ahmad Budiono menambahkan, jika jumlah penerima zakat, infaq dan shodaqoh semakin menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini disebabkan beberapa faktor.

Faktor itu di antaranya, beberapa penerima telah meninggal dunia, ekonominya sudah bukan lagi masuk dalam kriteria miskin. “Penurunan ini dikarenakan ada yang meninggal, ada juga yang kemampuan ekonominya membaik sehingga tidak memenuhi syarat sebagai penerima zakat lagi,” ujar Budiono.

Baca Juga : Ketika Gus Miftah Kecil Kepalanya Diuyel-uyel Kyai Yasin Yusuf Blitar

Dengan jumlah yang terus menurun, bisa disalurkan dengan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), dan sebagainya. “Semoga jumlahnya terus berkurang, sehingga bisa disalurkan ke bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan usaha produktif, beasiswa dan sebagainya,” harap Budiono.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette