Pesantren Ramadan Jadi Program Khusus Ponpes Al-Ibrohimy
Reporter
Imam Faikli
Editor
Yunan Helmy
08 - Apr - 2022, 10:10
JATIMTIMES - Pesantren Ramadan menjadi program khusus Pondok Pesantren Al-Ibrohimy, Galis, Bangkalan, saat bulan puasa tiba. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri kelas akhir jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA).
Program ini akan berlangsung selama 7 hari berturut-turut untuk membekali para santri dengan ajaran Islam. "Selain peningkatan wawasan spiritual, santri juga diberi ruang untuk lebih dekat sesama angkatan serta membangun ikatan emosional kepada senior dan alumni sepuh Al-Ibrohimy," tutur KH Ibrohim Muchlis (Gus Baim), pengasuh Ponpes Al-Ibrohimy, Jumat (8/4/2022).
Baca Juga : Cegah Ronda Sahur dengan Sound System, Polsek Nglegok Giatkan Patroli
Kiai yang disapa Gus Baim itu mengaku, kegiatan pesantren Ramadan yang diikuti oleh 200 santri putra dan putri dari tingkat MTs dan MA ini dikemas dengan kajian kitab, buka puasa hingga sahur bersama di halaman ponpes.
"Tujuannya tidak lain yakni untuk mengambil berkah Ramadan dari rasa bersyukur santri yang hendak lulus dan yang sudah sudah lulus,” ungkap Gus Baim.
Selain itu, Gus Baim mengaku bahwa adanya program pesantren Ramadan ini didasari oleh mimpi dari pendahulu Ponpes Al-Ibrohimy, yakni KH Bahri Asyik.
Mimpi dari pendahulu ponpes ini tidak hanya terfokus pada kemampuan semata, tetapi membangun emosional dan spiritual juga menjadi hal terpenting di tatanan ponpes ini. "Hal itu untuk menjadi bekal kesuksesan para santri," katanya.
Baca Juga : Pulihkan Ekonomi di Tengah Covid-19, DPRD Minta Pemkot Malang Pecah Titik Keramaian Pasar Takjil
Selain itu, dalam momentum pesantren Ramadan ini, Gus Baim juga memberikan bekal pemahaman ke-NU-an secara mendalam. Apalagi NU adalah ajaran leluhur yang harus dikuasai oleh santri Al-Ibrohimy, sebelum keluar dari ponpes.
Sekedar diketahui, berikut beberapa kajian materi atau kitab yang disusupi kepada santri saat pesantren Ramadan berlangsung:
1. Fikih salat laki-laki dan perempuan terpisah (praktek)
2. Fikih Nisa' (khusus perempuan) haid, nifas, istihadah dan wiladah (praktek kalender dan siklus haid pada perempuan)
3. Memandikan dan mengkafani mayat (laki-laki dan perempuan terpisah)
4. Pendidikan pranikah (keluarga sakinah)
5. Ke-Al Ibrohimy-an (sejarah berdiri Al Ibrohimy)
6. Kealumnian
7. Study lanjutan
8. Kajian ke-NU-an (tiga hari terakhir Makesta IPNU dan IPPNU)
