Pemerintah Keluarkan Berbagai Bauran Kebijakan untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan Industri Halal

Reporter

Desi Kris

22 - Mar - 2022, 12:35

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, salah satu penyebab Indonesia dinilai resilient terhadap tekanan global ialah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Di tengah tekanan inflasi global, inflasi Indonesia pada Februari 2022 masih terkendali di bawah kisaran target sebesar 2,06 persen (yoy).

Baca Juga : 240 Wirausaha IKM Kota Malang Ikuti Bimtek Kemenperin

Menurut Airlangga ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia saat ini patut menjadi perhatian.

"Ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia merupakan sektor yang memiliki peluang pertumbuhan menari secara global,” tutur Airlangga dalam pidato pada acara Studium Generale Universitas Islam Nusantara dengan tema “Prospek dan Tantangan Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi”, dalam keterangan, Senin (21/3/2022).

Airlangga juga mengatakan, untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal tahun 2022, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai bauran kebijakan.

Salah satunya yakni memberikan stimulus bagi pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan ekosistem halal value chain. Terutama pada sektor pertanian yang terintegrasi, yakni kuliner halal dan fashion muslim.

Selain itu akan dilakukan percepatan perluasan implementasi halal assurance system sebagai percepatan sertifikasi halal pelaku UMK.

"Selanjutnya perluasan penyaluran Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS), penerapan pembiayaan kreatif syariah, serta implementasi layanan syariah BP JAMSOSTEK,” tegas Airlangga.

Menko Perekonomian mengaku pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah masuk di jalur positif. Hal ini terlihat dari perbaikan sisi permintaan dan pertumbuhan dari sisi suplai.

Di saat bersamaan, Airlangga mengatakan, perekonomian global pada 2022 diproyeksikan masih melanjutkan tren pemulihan.

Baca Juga : Kota Batu Jadi Tuan Rumah Sosialisasi UU HKPD Kemenkeu RI

Pemulihan akan bertumpu pada transisi pandemi menjadi endemi. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,4 persen. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 sebesar 5,2 persen (yoy).

Menko Airlangga menambahkan, selain ekonomi syariah, Indonesia juga tengah merasakan pertumbuhan ekonomi digital. 

Hal ini didorong karena terjadinya pergeseran perilaku masyarakat ke platform digital.

"Oleh karena itu, dukungan untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk mendorong produktivitas masyarakat juga akan terus dilakukan,” tegas Menko Airlangga.

Berbagai strategi telah diterapkan untuk mendukung ekonomi digital. Antara lain melalui Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy sehingga mendukung pengembangan digital talent dan digitalisasi UMKM termasuk UMKM yang bergerak di sektor halal.


Topik

Ekonomi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette