Jadi 6 Tewas dalam Laka Bus Vs KA di Tulungagung, Setelah Istri Kini Suaminya yang Meninggal
Reporter
Anang Basso
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Feb - 2022, 05:43
JATIMTIMES - Satu korban lagi yang sebelumnya dinyatakan kritis dan dirawat di ruang Red Zone RSUD Dr Iskak Tulungagung, akhirnya mengembuskan nafas terakhir. Korban kecelakaan bus vs Kereta Api di desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru itu meninggal dunia setelah dirujuk ke RSSA Malang.
"Korban MD bertambah, korban luka berat pagi ini meninggal dunia," kata Arifin, tetangga korban.
Baca Juga : Sudah 3 Tahun Songgoriti Tutup, Air Panas dari Sumber Dibuang ke Sungai
Korban yang dimaksud bernama Guntur (25) warga Batangsaren, Kecamatan Kauman.
Korban merupakan suami dari Evi Mufidatul Afifah (32) yang dinyatakan sebelumnya meninggal dunia di TKP.
Kabar duka ini juga dibenarkan oleh perangkat Desa Batangsaren, Muhamad Tohari, kepala dusun.
Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah yang menurutnya masih perjalanan dari Malang menuju Tulungagung.
"Jenazah masih dalam perjalanan dari Malang ke rumah duka," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Batangsaren Rifangi juga membenarkan jika korban yang bernama Guntur adalah warganya yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu.
"Yang kemarin istrinya kita takziyah, hari ini suaminya masih belum tiba di rumah," jelasnya.
Baca Juga : Ditinggal ke Masjid, Rumah Nenek di Tulungagung Ludes Terbakar
Kades menyampaikan duka yang mendalam dan saat dikonfirmasi hendak takziyah ke rumah warganya itu.
Jika sebelumnya dikabarkan ada 5 korban meninggal dunia saat ini berarti menjadi 6 jiwa dalam kecelakaan itu.
Sebelumnya diberitakan, kereta api Doho jurusan Blitar - Kertosono ini tertemper bus Harapan Jaya AG 7679 AS di desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru pada Minggu (27/02/2022) jam 05.16 wib.
Bus yang terdiri dari rombongan karyawan toko plastik ini rencananya mau ke Malang untuk rekreasi.
Ada tiga bus yang berangkat, namun satu bus yang di tengah yang bernasib nahas saat melintasi rel tanpa palang pintu itu.
