Polisi Selidiki Kasus Ritual Maut yang Tewaskan 11 Orang

13 - Feb - 2022, 10:50

Tim SAR saat mengevakuasi jenazah ke 11 yang ditemukan di Pantai Payangan (foto : istimewa / Jember TIMES)


JATIMTIMES – Peristiwa ritual maut yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan Watuulo Ambulu Jember, saat ini dalam penyelidikan pihak Polres Jember. Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat ikut melakukan olah TKP di lokasi kejadian bersama Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo.

Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk kepada korban selamat, dan warga sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga : Ibu dan Anak Meninggal Tragis Ditabrak Kereta Api

“Kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan korban selamat, termasuk kepada penanggungjawab ritual yakni Hasan, namun untuk meminta keterangan terhadap yang bersangkutan kami masih menunggu selesainya yang bersangkutan menjalani perawatan di Puskesmas,” ujar Kasatreskrim saat mendampingi Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo di lokasi kejadian.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada unsur pidananya, yakni di pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. “Ya masih kita dalami, kalau ada unsur pidananya, ya bisa dikenakan pasal 359 tentang kelalaian, apalagi ada warga sekitar yang sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak menggelar ritual,” jelas Kasatreskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, ritual yang dilakukan oleh 23 ‘jamaah’ dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, pada Minggu (13/2/2022) dinihari berbuah petaka. Saat ritual baru berjalan 1 jam, tiba-tiba ombak besar datang dan ‘menjemput’ jamaah ritual.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pada Sabtu malam rombongan jamaah Tunggal Jati Nusantara terdiri berangkat dari padepokan dengan menggunakan minibus Elf dengan nopol DK – 7526 VF menuju pantai Payangan Dusun Watuulo, Desa Sumberjo Ambulu, Jember, dan tiba di lokasi ritual pada pukul 23.00 WIB.

Baca Juga : Viral Aparat Petugas Vaksin Robohkan Motor Warga dan Minta Surat-Surat: Ini Vaksin Apa Razia Motor? 

Kemudian 23 jamaah minus Sopir menggelar ritual di pinggir pantai yang ada di selatan Bukit Samboja. “Saat itu salah satu saksi yakni Saladin yang mengelola tempat wisata Bukit Samboja sudah mengingatkan kepada rombongan agar tidak ditepi pantai karena ombak sedang besar, namun mereka tetap nekat menggelar ritual,” ujar Kapolsek Ambulu AKP. Makruf S.Sos saat dikonfirmasi Minggu (13/2/2022) pagi.

Saat sedang ritual itulah, tepatnya pada pukul 00.25 dinihari, ombak besar datang dan menyeret seluruh jamaah. Atas kejadian ini, beberapa jamaah yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan menghubungi pihak Polsek Ambulu.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette