Pemerintah Tetap Teruskan Pembangunan Waduk Bener, KSP Tegaskan Pendekatan ke Masyarakat Harus Santun
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
12 - Feb - 2022, 02:53
JATIMTIMES - Keberlanjutan pembangunan Waduk Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, akan mengutamakan pendekatan yang berbasis pada musyawarah dan kesopansantunan. Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani.
Menurut Jaleswari, hal tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang sering disampaikan di berbagai kesempatan. Yakni pendekatan terhadap masyarakat yang santun, persuasif dan mengedepankan pendekatan budaya menjadi hal wajib yang harus dilakukan.
Baca Juga : Gandeng TNI, Polri dan LSM, Dinkes Kota Kediri Turun Jalan Sampaikan Imbauan Wajib Prokes
“Pendekatan demikianlah yang ke depan akan diperkuat dalam proses pembangunan Waduk Bener,” ujar Jaleswari.
Hal ini Ia sampaikan dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dan Kantor Staf Presiden (KSP), Jumat (11/2) di Jakarta untuk membahas penanganan insiden yang sempat terjadi di Desa Wadas.
Selain itu, dengan model pendekatan yang mengutamakan local wisdom, tetua masyarakat dan tokoh agama juga akan turut dilibatkan dalam musyawarah terkait rencana pembangunan Waduk Bener.
Sedangkan untuk menjamin proses pembangunan waduk yang transparan dan berkeadilan, pemerintah pun akan memberi akses kepada Komnas HAM untuk menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah jika ditemukan pelanggaran HAM.
Di sisi lain, pembangunan Waduk Bener terhambat karena adanya penolakan dari warga Desa Wadas sejak tahun 2017. Hal tersebut juga berkaitan dengan pembukaan lahan tambang andesit di Desa Wadas.
Sementara itu, batuan andesit di desa tersebut rencananya akan dikeruk dan akan dipergunakan untuk bahan baku proyek pembangunan Waduk Bener. Proyek tersebut juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga : Bentuk Forum Pelaksana, Pemkab Malang Akan Optimalkan Peran CSR dalam Pembangunan
Walaupun begitu, pemerintah mengatakan bahwa pengukuran dan pembangunan Bendungan Bener akan tetap berjalan. Waduk ini merupakan salah satu proyek penting yang nantinya diharapkan dapat mengairi 15.519 hektare sawah.
Apalagi, rencana tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah untuk membangun banyak waduk, yang juga dapat mendukung program ketahanan pangan secara nasional.
Waduk ini juga diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW.
“Kelanjutan proyek Waduk Bener di Wadas akan dilakukan melalui dialog-dialog dan musyawarah dengan semua kelompok yang pro maupun yang kontra dengan melibatkan atau meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menjadi fasilitator,” jelas Menkopolhukam Mahfud MD.
