Dua Potensi Pariwisata Kota Mojokerto, Ning Ita: Majapahit dan Soekarno

Reporter

Abdullah M

Editor

Yunan Helmy

27 - Jan - 2022, 10:34

Ning Ita pada Musrenbang Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Mojokerto.


JATIMTIMES - Pemerintah Kota Mojokerto semakin siap menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata. Apalagi, sebagai bagian dari objek wisata berbasis sejarah dan budaya, dua potensi wisata telah masuk dalam potensi strategis nasional.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, selama ini Kota Mojokerto hanya dikenal sebagai Kota Majapahit. Padahal selain pernah menjadi lokasi bersejarah berdirinya Kerajaan Majapahit, Kota Mojokerto juga menjadi kota masa kecil Presiden RI pertama Ir Soekarno.

Baca Juga : Baru Jalan Soehat dan Trunojoyo yang Ditutup Malam Hari

"Karena Kota Mojokerto itu memiliki dua potensi strategis pariwisata nasional.  Satu Majapahit, dua Soekarno," jelasnya saat memberikan arahan dalam musrenbang Kelurahan di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Rabu 27/1/2022). 

Kota Mojokerto, kata Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, jika sudah terbentuk seluruh ekosistem pariwisatanya, maka akan menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dengan Kabupaten Mojokerto. 

Nanti ketika wisatawan yang berkunjung ke situs sejarah di Trowulan, Kota Mojokerto akan menjadi salah satu perhentian para wisatawan sebelum para wisatawan pulang ke daerah masing-masing.

"Majapahit itu sudah menjadi miliknya Jawa Timur. Apalagi Mojokerto Kabupaten dan Kota ini satu kesatuan. Orang datang ke Trowulan pun kalau berbelanja dan menginap pasti di Kota Mojokerto," tuturnya.

Selain Trowulan, sejarah zpresiden RI Soekarno semasa kecil juga terus digali potensinya. Sehingga nanti masyarakat semakin mengenal bahwa selama 8,5 tahun, Soekarno menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Bumi Majapahit.

Baca Juga : Tubagus Joddy, Sopir Vanessa Angel, Jalani Sidang Perdana, Apa Saja Dakwaannya?

Ning Ita berkeinginan, agar jejak sejarah Soekarno semakin terasa, literasi pendukung juga akan terus disiapkan. Misalnya penambahan prasasti, museum, serta narasi-narasi tentang Soekarno.

Tak hanya dukungan infrastruktur. Dukungan sumber daya manusia (SDM) juga telah disiapkan. Misalnya pembentukan kelompok sadar pariwisata (pokdarwis) dan penyiapan UMKM baru.  Sehingga nantinya masyarakat dapat berperan aktif dalam pengelolaan pariwisata dan dapat berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat.

"Makanya ada pokdarwis, ada UMKM ini yang SDM-nya kita bangun secara berseiring dengan infrastrukturnya melalui program 4 P itu. Pelatihan, pendampingan, permodalan usaha, dan pembentukan koperasi. Ini akan kami lanjutkan terus untuk mendukung itu," pungkasnya.


Topik

Wisata, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette