Beberapa Pucuk Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah Warga Sidolaju
Reporter
Satria Romadhoni
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Nov - 2021, 01:22
JATIMTIMES - Beberapa pucuk bunga bangkai ditemukan tumbuh di pekarangan belakang rumah milik seorang warga Dusun Sidorejo RT 13 RW 04 Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.
Dua pucuk bunga bangkai sudah terlihat mekar dan besar, sedangkan lainnya baru tumbuh dari dalam tanah.
Baca Juga : Sukses Uji Coba, Warga Wirotaman Akan Optimalkan Program P2L
Pemilik rumah pasangan Saparah dan Wagimen kepada JatimTIMES.com menjelaskan bahwa bunga bangkai seringkali tumbuh di pekarangan belakang rumah miliknya. Dan terakhir tumbuh sekitar lima hari belakangan usai turun hujan. Bahkan pernah ada yang tumbuh sangat besar hingga sekitar satu meter.
"Sering tumbuh di situ dan sudah tidak tahu berapa kali. Tahunya muncul aroma tak sedap seperti bau bangkai," ujar Saparah dan Wagimen.
Lebih lanjut Saparah dan Wagimen menjelaskan dalam sekali tumbuh, terkadang muncul satu hingga dua bunga bangkai. Bahkan tak jarang hingga tumbuh secara bergantian beberapa kali.
Tumbuhnya bunga bangkai itu sontak menarik perhatian warga sekitar untuk datang melihat. Ia menyatakan bahwa warga sekitar yang datang umumnya anak-anak sekolah untuk melihat bunga langka tersebut.
"Sudah banyak warga yang datang untuk melihat," katanya.
Baca Juga : Kompetisi Skateboard Nasional Sukses Digelar, Apocalypse Fest Bakal Digelar Kembali
Saparah dan Wagimen menyampaikan saat pertama kali ditemukan, bunga terlihat segar. Terdapat warna merah tua dan kuning pada bagian tengah bunga. Namun, dalam beberapa hari kemudian akan mulai nampak layu.
Dalam laman Wikipedia disebutkan bahwa bunga bangkai atau bunga raksasa dalam bahasa latin disebut amorphophallus yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “amorphos” yang berarti “cacat, tanpa bentuk” dan “phallos” yang berarti “penis”.
Terdapat 170 jenis bunga bangkai di seluruh dunia dan sekitar 25 jenis di antaranya bisa ditemui di Indonesia, yaitu delapan jenis di Sumatera, enam di Jawa, tiga di Kalimantan dan satu di Sulawesi.
