Tanggapi Foto Dugaan Bendera HTI di KPK, Novel Baswedan: Koruptor Makin Jaya
Reporter
Desi Kris
Editor
Yunan Helmy
05 - Oct - 2021, 04:09
JATIMTIMES - Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan turut menanggapi hebohnya foto dugaan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di KPK yang saat ini menjadi sorotan. Novel mengaku tak terlalu kaget dengan hasil penyelidikan kasus bendera HTI di ruang kerja pegawai KPK itu.
Sejak awal Novel merasakan adanya peran koruptor di balik menguatnya isu radikalisasi di internal KPK. "Sejak awal sdh kita sampaikan bahwa isu radikal dsb adl framing para koruptor agar aman berbuat korupsi," tulis Novel melalui akun Twitter pribadinya.
Baca Juga : Tanpa Novel Baswedan, Polri Bertemu Perwakilan Eks Pegawai KPK, Apa Hasilnya?
Menurut dia, membuat tuduhan dan merancang isu yang disebarkan secara masif bukanlah hal yang sulit bagi para koruptor. "Mrk bisa saja bayar org2 utk buat tulisan di medsos. Skrg koruptor semakin aman & terus garong harta negara. Kasihan masy Indonesia. Koruptor makin Jaya,” lanjut Novel.
Seperti diketahui, KPK baru saja membuka hasil penyelidikan temuan bendera HTI di salah satu ruangan Gedung Merah Putih KPK. Iwan Ismail selaku mantan satpam yang menemukan bendera HTI itu adalah juga orang yang menyebarkan fotonya melalui medsos.
KPK menyimpulkan bahwa Iwan sengaja menyebarkan informasi tidak benar (bohong) dan menyesatkan kepada masyarakat. Sementara pegawai berstatus jaksa yang memasang bendera itu dinyatakan terbukti tidak memiliki afiliasi dengan HTI.
Baca Juga : Sejarah dan Link Twibbon HUT Ke-76 TNI 5 Oktober 2021
Namun, fakta ini dibuka setelah 57 pegawai KPK yang diberhentikan dengan alasan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).
