Jumlah Siswa Baru SMP Bangkalan Menurun Drastis, Dinas Pendidikan Ajak Sekolah Kreatif dan Inovatif
Reporter
Imam Faikli
Editor
Yunan Helmy
25 - Sep - 2021, 01:42
JATIMTIMES - Jumlah peserta didik baru tahun pelajaran 2021-2022 di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bangkalan mengalami penurunan drastis.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Jufri Kora. Menurut dia, dari 47 SMP reguler se-Kabupaten Bangkalan, hanya ada dua SMP yang bisa memenuhi pagu.
Baca Juga : Evaluasi PTM di Kota Malang, Disdikbud Pastikan Belajar di Sekolah Aman
"Hanya SMP 1 dan SMP 2 Bangkalan yang bisa memenuhi pagunya. Sedangkan yang lain masih kurang. Meskipun ada SMP di Kamal kurang 3 siswa, tetap itu bacaannya kurang," ujar Jufri, Jumat (24/9/2021).
Menurunnya pagu tersebut dipicu adanya pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Bangkalan. Sehingga, SMP negeri yang ada di Bangkalan harus mengikuti aturan dari satgas covid untuk tidak membuka pembelajaran tatap muka.
Oleh sebab itu, banyak wali siswa yang mulai tidak memercayai untuk menitipkan anaknya di lembaga sekolah negeri. Mereka lebih memilih menitipkan anaknya di lembaga pondok pesantren (ponpes). Sebab, hanya ponpes yang melakukan pembelajaran tatap muka selama wabah ini melanda di Kota Dzikir dan Sholawat (sebutan Bangkalan).
"Sudah saya lakukan survei ke sekolah-sekolah SD. Ternyata anak-anaknya itu bukan tidak melanjutkan, melainkan banyak yang dititipkan di ponpes karena bisa sekolah secara tatap muka," kata Jufri.
Selain itu, Jufri menegaskan, dengan kondisi yang seperti ini, yakni menurunnya jumlah peserta didik baru, sudah menjadi tuntutan bagi sekolah agar bisa melakukan pembenahan-pembenahan. "Salah satunya, sekolah harus gencar melakukan sosialisasi ke bawah, khususnya ke SD-SD, agar bisa meraup siswa dari sana," ungkap dia.
Tidak hanya itu. Sekolah negeri saat ini juga harus melakukan inovasi-inovasi. Sebab, kemungkinanan saat ini masyarakat kecenderungannya lebih ke lembaga yang bernapaskan religius.
"Maka dari itu, kami mengajak kepada lembaga SMP negeri di Kabupaten Bangkalan agar melakukan inovasi yang berbasis religi. Semisal ada corak-corak tahfidz-nya atau corak religi lainnya yang ditonjolkan di masing-masing sekolah," ungkap Jufri.
SMP negeri nantinya juga bisa menjadi SMP plus dan bisa menjadi sekokah yang diminati oleh masyarakat setempat bila mau berinovasi. "Semisal, kegiatan-kegiatan religi ini dijadikan ekstrakulikuler di sekolah. Misal pukul 1 sampai 2 siang itu fokus ke tahfidz. Intinya, saat ini sekolah harus kreatif dan inovatif serta setiap sekolah negeri ini harus memiliki ikon masing-masing," ucap Jufri.
